Ikuti kami

Simpan Mayat Bayi di Lemari, Polisi Telusuri Motif Perempuan Terapis pada Panti Pijat

Peristiwa

Simpan Mayat Bayi di Lemari, Polisi Telusuri Motif Perempuan Terapis pada Panti Pijat

MERDEKABICARA.COM | Polisi masih terus mengusut kasus temuan mayat bayi di dalam lemari kamar kos-kosan di Gang Putri Delima III, RT 01/04, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang perlahan mulai terungkap.

Polisi menyebutkan tidak ada tanda kekerasan di tubuh bayi perempuan yang malang itu. Dari hasil visum, diketahui bayi itu kehabisan oksigen setelah setengah jam disembunyikan dalam lemari.

“Tidak ada kekerasan, diduga karena kehabisan oksigen disimpan di dalam lemari,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Hendri, Sabtu lalu.

Namun, dirinya belum bisa memberikan keterangan alasan LS, sang ibu bayi menyimpan darah dagingnya itu dalam lemari. “Kita belum memeriksa yang bersangkutan karena masih di rumah sakit, untuk itu kita akan menunggu bersangkutan pulih terlebih dahulu,” ujarnya.

Jenazah bayi tersebut telah dikebumikan di tempat pemakaman umum kilometer 7, Tanjungpinang. Proses pemakaman dilakukan oleh kepolisian dan oleh pihak rumah sakit.

Informasi yang diterima, LS bekerja sebagai terapis pada sebuah panti pijat (massage) di daerah Batu IX. Pada Senin lalu, LS dibawa warga ke rumah sakit. Warga kembali ke kamar kos-kosan LS untuk mencari kartu BPJS dan identitas lain untuk persyaratan berobat.

“Saat warga mencari BPJS-nya, warga melihat sosok bayi di dalam lemari dalam keadaan meninggal dunia, sepertinya bayi itu baru lahir, ini informasi dari warga,” kata Lurah Melayu Kota Piring, Zulkifli Eko Purwanto, Selasa (7/7) lalu.

Menurut Zulkifli, LS diketahui tinggal sendirian di kos-kosan dan menurut keterangan dari tetangga lain, selama ini tidak ada menampakkan kehamilannya. Postur tubuh LS juga gemuk, sehingga warga tidak curiga bahwa ia dalam keadaan hamil.

“Warga yang berada bersebelahan dengan kosnya pun tidakmengetahui LS dalam keadaan hamil,” terang Zulkifli. {}

Komentar

Lainnya dalam Peristiwa

To Top