• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home News

Saat Air Tak Lagi Mengalir, Ribuan Petani Aceh Utara Terancam Kehilangan Hidup

7 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
A A

Merdeka Bicara – Aceh Utara | Pagi di Kecamatan Geureudong Pase biasanya dimulai dengan derap langkah petani menuju sawah. Namun musim tanam kali ini, hamparan tanah seluas ribuan hektare itu justru terhampar kering dan sunyi. Air tak lagi mengalir, cangkul tak lagi diayun. Harapan petani tertimbun bersama lumbur yang menghilagan fungsi Irigasi Leubok Guha.

Hampir 1.600 hektare sawah di kawasan ini terancam gagal tanam. Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November lalu menyisakan endapan lumpur tebal yang menutup saluran irigasi utama. Sejak saat itu, air tak lagi mencapai sawah-sawah warga.

“Irigasi Leubok Guha tidak bisa dialiri air karena tertimbun lumpur akibat banjir bandang November lalu,” kata Tarmizi, Mukim Pante Raja Mbang, Kecamatan Geureudong Pase, saat ditemui di sela aktivitasnya.

Bagi masyarakat tani di kemukiman Pante Raja Mbang, kerusakan irigasi ini bukan sekadar persoalan teknis. Sawah adalah sumber hidup. Ketika air berhenti mengalir, mata pencaharian ikut terhenti.

“Ini musibah besar bagi petani. Kami tidak bisa turun ke sawah pada musim tanam ini,” ujar Tarmizi dengan nada lirih.

Mukim Tarmizi

Saluran irigasi yang rusak berada di Gampong Pulo Meuria. Dari titik inilah air biasanya mengalir ke sawah-sawah di empat desa, yakni Gampong Pulo Meuria, Gampong Krueng Mbang, Gampong Dayah Seupeng, dan Gampong Peudari. Total luas lahan yang bergantung pada irigasi tersebut mencapai 1.576 hektare.

Tanpa air, lahan-lahan itu kini berubah menjadi hamparan tanah keras yang retak. Sebagian petani hanya bisa menunggu, sebagian lain terpaksa mencari pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup.

Meski tim dari pemerintah telah turun ke lapangan, hingga kini belum ada perbaikan nyata. Tarmizi mengaku warga hanya menerima janji tanpa kepastian waktu.

“Tim verifikasi dari provinsi sudah turun ke lapangan, tapi sampai sekarang belum ada jawaban kapan akan diperbaiki,” katanya, menyimpan kekecewaan.

Ia menilai perbaikan seharusnya dapat dilakukan lebih cepat karena kerusakan irigasi disebabkan oleh bencana alam. Menurutnya, pemerintah bisa menggunakan anggaran tanggap darurat bencana untuk menangani kondisi tersebut.

“Setidaknya ada anggaran tanggap darurat. Prosesnya sangat lamban dari pihak pemerintah,” tutup Tarmizi.

Sementara lumpur masih menutup saluran irigasi, para petani Geureudong Pase hanya bisa berharap. Harapan agar air kembali mengalir, agar sawah kembali hijau, dan agar kehidupan mereka tidak ikut terkubur bersama endapan banjir bandang. (*)

Tags: Dampak BanjirGagal tanamIrigasiIrigasi Tertimbun LumpurMukim TarmiziPetani Sawah
SendShareTweet
Next Post

Polres Pidie Hentikan Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Wilayah Geumpang

Rekomendasi

Pj Bupati Aceh Utara Bersilaturrahmi dengan Walidi Lhoksukon

3 tahun ago

Pemerintah Aceh Himbau “Stop” Pulang Kampung bagi Warganya dan ASN

6 tahun ago

Trending

  • Tak Hanya Bantu Korban Banjir, PT Satya Agung Juga Salurkan CSR untuk Sarana Ibadah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Narasi dan Arah Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Kualitas Vokal yang Mempengaruhi Kesuksesan dalam Public Speaking

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahasia Berbicara di Depan Umum: Mengungkap Pentingnya 7-38-55% Rule

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aceh Kembali Kedatangan “Tamu” Asal Rohingnya di Lepas Pantai Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In