MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Dalam embun subuh yang masih menggantung dan desir pagi yang menenteramkan jiwa, Safari Subuh Tadzkiratul Ummah (TU) Aceh kembali menyalakan cahaya ruhani umat di Masjid Syuhada KM 1, Desa Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (26/4/2026). Pagi itu, masjid seakan menjadi dermaga jiwa, tempat hati-hati berlabuh, zikir bergaung, dan hikmah mengalir seperti mata air yang menyejukkan batin. Pertemuan para ulama, tokoh, dan jamaah lintas kecamatan berlangsung khidmat, teduh, serta sarat getaran spiritual yang menghidupkan nurani.
Shalat Subuh diimami Tgk. Zulkarnaini Ismail dari Langkahan, sementara rangkaian acara dipandu Dr. (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT. sebagai Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe. Zikir dipimpin langsung Tgk. Jamaluddin Ismail (Walidi), Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon sekaligus Ketua Pembina TU Aceh.
Dalam balutan zikir yang syahdu, Walidi seakan menuntun jamaah memasuki ruang batin yang paling sunyi. Senandung seruan poma dan ayah yang dilantunkan mengalir menembus relung qalbu, sementara doa-doa untuk orang tua dan anak-anak saleh membuat banyak jamaah larut dalam samudera haru. Air mata menetes, hati bergetar, dan pagi itu masjid seakan menjadi taman munajat tempat rindu kepada ampunan dan rahmat Allah dipertemukan.
Tausiyah subuh disampaikan Waled Ridwan Batee 12 dengan penekanan pentingnya menjauhkan diri dari sifat tercela dan segala bentuk kejahatan. Ia mengingatkan, ibadah yang benar berawal dari ilmu, ditopang niat yang lurus, diawali basmalah sebagai benteng dari gangguan iblis, dihiasi adab sunnah, dan dijaga melalui istiqamah memelihara amal. Semua itu, menurutnya, bermuara pada cita kesejahteraan hidup dunia dan akhirat, yang disempurnakan dengan kelapangan hati untuk saling memaafkan sebagai akhlak pencari keberkahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekjend TU Aceh Abati Samsul, Sekretaris Pembina TU Aceh Zulkarnaini, S.Pd., M.Pd, Abi Ibnu Abbas Wakil Ketua TU Aceh, Abah Zarkasyi, Abi Boi Bate 3, Ustadz H. Shaifuddin, S.Ag., M.A, Abi Sofyan Kepala KUA Lhoksukon, serta jamaah dari berbagai kecamatan di Aceh Utara.
Safari Subuh ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ikhtiar merawat ukhuwah, menyalakan kesadaran, dan meneguhkan bahwa dari subuh yang hidup, lahir umat yang kuat; dari zikir yang menggetarkan hati, tumbuh peradaban yang berakar pada ilmu, adab, dan kasih sayang. {}



