Ikuti kami

the Next PWI Aceh, Nasir Nurdin dan Aspirasi Peci

Opini

the Next PWI Aceh, Nasir Nurdin dan Aspirasi Peci

Sosok selain memiliki pengaruh (bergengsi), pemimpin PWI Aceh paska Tarmilin Usman (the next) juga harus memiliki faktor dikenal luas sebagai orang pers Aceh.Mau tidak mau diantara punggawa-punggawa PWI Aceh saat ini sosok Nasir Nurdin yang tanpa berpeci, dipastikan berada di rangking teratas.

Tentunya kita sebagai anggota PWI Aceh tidak mau memiliki pemimpin yang kemampuan lobi-lobinya atau suaranya masih dipandang sebelah mata (kacangan) oleh mitra PWI.Sebab, Organisasi pers tertua ini bukan organisasi kacangan.PWI adalah organisasi yang memiliki kemampuan mengontrol kebijakan publik di Aceh.Selayaknya Sosok pemimpinnya harus didengar dan menjadi acuan dalam berbagai kebijakan publik di Aceh, yang nantinya akan mudah melakukan pembelaan terhadap pekerja pers di Aceh.

Kalau kita menelisik sepak terjang Nasir Nurdin selama ini, Beliau tengah memainkan peran-peran tersebut, pengaruh dan keterkenalan beliau dikalangan mitra PWI pun cukup terkenal, dan sepantasnya lah Beliau sebagai the next kita berikan kepercayaan memimpin PWI Aceh agar apa yang sedang diperankan Nasir Nurdin dalam melakukan penetrasi membesarkan pengaruh pekerja pers di Aceh lebih berpengaruh lagi melalui PWI.

Nasir Nurdin memang belum menjadikan peci atau kupiah di atas kepalanya sebagai pencitraan, tapi rasa keacehan di sepakterjang beliau selama ini masih cukup kental keacehannya meskipun sepak terjangnya dalam membesarkan pekerja pers di Aceh belum resmi menjadikan peci sebagai fashion sehari-hari.

Berpeci pun kalau belum memiliki kapasitas, pengaruh dan dikenal luas belum pas untuk memimpin PWI Aceh, yang ada PWI Aceh nantinya dipandang sebelah mata.

Sebaiknya setelah Nasir Nurdin terpilih sebagai Ketua PWI Aceh, kita paksa beliau agar membiasakan memakai peci, sebagai akomodir aspirasi berpeci di PWI Aceh.(Fahrizal Salim)

Komentar
Continue Reading
Baca juga...

Lainnya dalam Opini

To Top