• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Sosmas

BRG Perkenalkan Cara Buka Lahan Gambut Tanpa Api

22 Agustus 2019
Reading Time: 1 min read
A A
Ilustrasi : Lahan Gambut

Ilustrasi : Lahan Gambut

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nasir Foead sedang gencar-gencarnya memperkenalkan cara membuka lahan gambut tanpa menggunakan api. Ia mengatakan saat ini BRG tengah menyosialisasikan penggunaan bakteri pembusuk untuk pembukaan lahan gambut kepada para petani.

“Ada teknologi sederhana yang bisa diterapkan untuk tanaman sesudah ditebas bisa bersih dengan tanpa menggunakan api, menggunakan bakteri pembusuk,” kata Nasir usai menghadiri rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (21/8).

Hingga saat ini penggunaan bakteri pembusuk untuk pembukaan lahan gambut tersebut sudah diterapkan di 70 desa dari 251 desa gambut yang menjadi wilayah kerja BRG.

Nasir menjelaskan BRG melakukan percontohan penerapan bakteri pembusuk di lahan seluas 60 hektare. “Pohon sebetulnya busuk secara alami, tapi lama, ini ada bakteri yang dipakai busuknya lebih cepat, tiga minggu saja kemudian tambah pupuk gambutnya bisa ke tanam,” kata Nasir.

Abu dari sisa pembakaran untuk membuka lahan berfungsi untuk menetralkan kadar PH atau keasaman tinggi di lahan gambut. Nasir menjelaskan bakteri tersebut juga bisa menetralkan kadar PH gambut.

Nasir mengatakan sosialisasi penggunaan bakteri pembusuk ini sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir di beberapa wilayah lahan gambut seperti Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

 

Sumber : Republika.co.id

SendShareTweet
Next Post

Areal Bekas Pabrik Pupuk PT AAF Akan Dikomersialkan

Rekomendasi

Ilustrasi

Petani Tolak Politisasi Sektor Pangan

7 tahun ago

Keluarga Besar WAG The Light From Pase Salurkan Bantuan Banjir Aceh Utara

4 tahun ago

Trending

  • Ketua KPA (Panglima Muda DIII Tgk Syiek Paya Bakong) Sofyan Ismail Tinjau Rekannya Musibah Kebakaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satukan Warga, Forum Geuchik Matang Tengoh Sukses Gelar Pengajian Majelis Arbabul Hija Ke-34

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Visi PNL Berakhlak, Inovatif, Unggul dan Berdaya Saing Global Jadi Fondasi Transformasi Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MC Profesional Lahir dari Kompetensi, Bukan Sekadar Keberanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ir. Mirza Gunawan Kembali Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026–2029, Siap Perkuat Peran Insinyur untuk Pembangunan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In