• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Sosmas

BRG Perkenalkan Cara Buka Lahan Gambut Tanpa Api

22 Agustus 2019
Reading Time: 1 min read
A A
Ilustrasi : Lahan Gambut

Ilustrasi : Lahan Gambut

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nasir Foead sedang gencar-gencarnya memperkenalkan cara membuka lahan gambut tanpa menggunakan api. Ia mengatakan saat ini BRG tengah menyosialisasikan penggunaan bakteri pembusuk untuk pembukaan lahan gambut kepada para petani.

“Ada teknologi sederhana yang bisa diterapkan untuk tanaman sesudah ditebas bisa bersih dengan tanpa menggunakan api, menggunakan bakteri pembusuk,” kata Nasir usai menghadiri rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (21/8).

Hingga saat ini penggunaan bakteri pembusuk untuk pembukaan lahan gambut tersebut sudah diterapkan di 70 desa dari 251 desa gambut yang menjadi wilayah kerja BRG.

Nasir menjelaskan BRG melakukan percontohan penerapan bakteri pembusuk di lahan seluas 60 hektare. “Pohon sebetulnya busuk secara alami, tapi lama, ini ada bakteri yang dipakai busuknya lebih cepat, tiga minggu saja kemudian tambah pupuk gambutnya bisa ke tanam,” kata Nasir.

Abu dari sisa pembakaran untuk membuka lahan berfungsi untuk menetralkan kadar PH atau keasaman tinggi di lahan gambut. Nasir menjelaskan bakteri tersebut juga bisa menetralkan kadar PH gambut.

Nasir mengatakan sosialisasi penggunaan bakteri pembusuk ini sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir di beberapa wilayah lahan gambut seperti Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

 

Sumber : Republika.co.id

SendShareTweet
Next Post

Areal Bekas Pabrik Pupuk PT AAF Akan Dikomersialkan

Rekomendasi

Burung Pemangsa dan Merak Hijau Dilepasliarkan di TN Baluran

6 tahun ago

PT PIM Gelar Sosialisasi Pengembangan Industri di Lahan Eks PT AAF

5 tahun ago

Trending

  • Di Hadapan Masyarakat Tanah Luas, Pak Tam Keluhkan Masalah Honor Konten Bupati Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Pemdes Ceubrek Berbagi BLT dan Santuni Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNL Mengganas di IPEC 2026 Surabaya, Sukses Boyong 4 Medali ke Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahlil Siap Nakhodai HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Geliat Petani Desa Ceubrek Tanah Luas Hidupkan Kembali Lahan Sawah Terbengkalai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In