Ikuti kami

KPw BI Lhokseumawe Luncurkan Program QRIS Goes To Campus

Ekonomi

KPw BI Lhokseumawe Luncurkan Program QRIS Goes To Campus

MERDEAKBICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe meluncurkan program “QRIS Goes To Campus” melalui peresmian elektronifikasi biaya perkuliahan pada 4 (empat) perguruan tinggi di kota Lhokseumawe yang meliputi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bumi Persada (STIE Bumi Persada), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bumi Persada (STIKES Bumi Persada), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bumi Persada (STKIP Bumi Persada), dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nasional Amanat Bangsa, Kamis (5/11/2020)

Adapun perbankan/PJSP yang terlibat dalam kegiatan ini mencakup Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Lhokseumawe dan LinkAja.

Kegiatan dihadiri oleh Rahadian Ansyari (Pimpinan Cabang BSM Lhokseumawe), Raiwela (Distrik Manajer LinkAja), Muhammad Yani (Ketua Yayasan Bumi Persada), Rika Mursyida (Ketua STIKES Bumi Persada), T. Afriliansyah (Ketua STIE Bumi Persada), Siti Aminah (Wakil Ketua STKIP Bumi Persada), dan Zamzami (Wakil Ketua STIA Nasional Amanat Bangsa).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo mengatakan, QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS di-launching oleh Bank Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019.

Yukon juga menerangkan, QR Code dalam transaksi pembayaran merupakan Serangkaian kode yg memuat data/informasi al. identitas pedagang/pengguna, nominal pembayaran, dan/atau mata uang yang dapat dibaca dengan alat tertentu dalam rangka transaksi pembayaran.QRIS memiliki jargon “UNGGUL”, yaitu:
a. UNiversal : Inklusif, untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan di domestik dan di luar negeri.
b. GampanG : Transaksi dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman.
c. Untung : Efisien, satu QR Code untuk semua aplikasi.
d. Langsung : Transaksi cepat dan seketika, mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Lebih lanjut Yukon memaparkan, sebelum adanya QRIS yang berlaku pada tahun ini, pembayaran menggunakan QR Code telah dikembangkan oleh Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Namun demikian, pembayaran menggunakan QR Code tersebut masih bersifat eksklusif, yaitu hanya bisa digunakan oleh aplikasi yang bersangkutan dan tidak dapat dibaca oleh aplikasi QR Code dari penyedia lainnya.

“Dengan adanya QRIS terbentuk keseragaman instrumen pembayaran QR Code, interkoneksi dan interopabilitas, serta kemudahan dalam bertransaksi menggunakan QR Code, sehingga suatu pembayaran menggunakan QR Code yang diterbitkan oleh bank atau PJSP, dapat dibaca dan ditransaksikan oleh aplikasi dari penyedia lain apabila telah berbasis QRIS”, terang Yukon Afrinaldo.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo juga menerangkan, dalam perkembangan terakhir, BI telah meraih penghargaan dalam kategori inovasi sistem pembayaran tahun 2020 dari Central Banking Publications dalam kegiatan Central Banking’s Fintech and Regtech Global Awards pada tanggal 28 Oktober 2020.

“Kategori yang diperoleh BI mulai diberikan tahun 2020 kepada bank sentral yang dinilai memiliki inisiatif sistem pembayaran yang inovatif, menggunakan teknologi baru, dan memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan peningkatkan inklusi keuangan”, paparnya.

“BI menerima penghargaan karena implementasi QRIS dinilai sebagai inisiatif inovasi yang memenuhi kriteria tersebut. Prestasi tersebut sejalan dengan meningkatnya akseptasi QRIS, dengan jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai 5 juta di seluruh Indonesia per tanggal 16 Oktober 2020, terang Yukon.

Yukon menambahkan, saat ini telah terdapat 42 (empat puluh dua) lembaga bank dan PJSP yang telah terdaftar sebagai penyedia QRCode berbasis QRIS, yang mana Bank Syariah Mandiri dan LinkAja merupakan contoh PJSP QRIS yang telah berizin.

“Untuk wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe, telah terdapat 9.199 pelaku usaha yang sudah terdaftar sebagai merchant QRIS yang mana mayoritas didominasi oleh UMKM, dengan komposisi Pelaku Usaha Mikro (53%), pelaku Usaha Kecil (30%), dan Pelaku Usaha Menengah (13%). Di Kota Lhokseumawe sendiri, saat ini terdapat 1.675 merchant yang terdiri dari 749 merchant usaha mikro (44,7%) dan 494 merchant usaha kecil(29,5%), pungkasnya.

Yukon juga mengatakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia menginisiasi program elektronifikasi pembayaran biaya perkuliahan pada perguruan tinggi di kota Lhokseumawe dengan menggunakan QRIS dalam rangka sosialiasasi dan mendorong penggunaan QRIS di kota Lhokseumawe, sekaligus mendorong literasi keuangan digital sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi mahasiswa yang didominasi oleh kaum milenial.

“Dengan adanya program ini, mahasiswa akan semakin dimanjakan dengan fleksibilitas dan kemudahan dalam membayar biaya perkuliahan menggunakan QRIS yang cepat, murah, aman, dan handal. Bahkan dengan adanya QRIS, pembayaran dapat dilakukan dimana saja dengan menggunakan fitur QRIS tanpa tatap muka”, jelasnya.

Kita tinggal melakukan scan pada QR Code milik perguruan tinggi dan memproses pembayaran dengan aplikasi yang kita miliki meskipun secara fisik berada di luar kota, di luar daerah, bahkan di luar negeri. Di sisi lain, pelaksanaan pembayaran biaya perkuliahan juga dapat dilakukan kapan saja, baik di pagi hari, siang hari, hingga malam hari, ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe.

Dengan manfaat tersebut, pembayaran biaya perkuliahan menjadi semakin tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu, juga mahasiswa tidak perlu melakukan input nomor rekening sebagaimana pembayaran menggunakan transfer sehingga lebih cepat dan praktis.

Selain pada perguruan tinggi, elektronifikasi pembayaran menggunakan QRIS diharapkan dapat digunakan pada sektor lainnya antara lain dalam transaksi pembayaran ritel pada sektor UMKM dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi masyarakat dan pengembangan pasar produk dalam negeri serta pada sektor pembayaran pemerintah seperti retribusi dan pajak daerah yang selaras dengan semangat good governance dan upaya peningkatan pendapatan asli daerah, pungkas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo. {}

Komentar

Lainnya dalam Ekonomi

To Top