• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Maret 20, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Dunia

Turki: Proses Perdamaian Suriah Belum Berakhir Tetapi Rusak

5 Februari 2020
Reading Time: 1 min read
A A
Pasukan Turki (Foto: Ist)

Pasukan Turki (Foto: Ist)

MERDEKABICARA.COM | ANKARA – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan proses perdamaian Astana dan Sochi untuk Suriah belum sepenuhnya berakhir tetapi rusak.

“Turki tidak setuju dengan Rusia yang memaafkan serangan rezim Assad. Kami tidak dapat sepenuhnya mengendalikan rezim,” kata Mevlut Cavusoglu kepada wartawan setelah pertemuan Asia Anew di ibu kota Turki, Ankara, Selasa.

Cavusoglu menyuarakan keprihatinan tentang kesehatan proses perdamaian Astana 2017 dan proses Sochi 2018 yang menyetujui gencatan senjata di Idlib, Suriah barat laut.

Pekan lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Rusia tidak menaati perjanjian dan mendesaknya untuk mematuhi.

Pada Senin rezim Bashar al-Assad melancarkan serangan di Idlib, yang menewaskan tujuh tentara Turki dan satu kontraktor sipil yang bekerja dengan militer.

Setelah serangan mematikan itu, Turki menyerang lebih dari 50 sasaran sebagai pembalasan dan menewaskan 76 tentara Suriah.

Terletak di barat laut Suriah, provinsi Idlib menjadi markas kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang sipil.

Saat ini wilayah itu dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri yang kehilangan tempat tinggal mereka beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi, rezim dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.

 

Sumber : aa

SendShareTweet
Next Post

Pemerintah Aceh dan Unsyiah Berkolaborasi Bangun Desa Wisata Nilam

Rekomendasi

Srilanka: Selalu Dukung Palestina di Semua Lembaga Internasional

6 tahun ago

Ayo ke “Bajawa Kopi Flores” Kedai Kopi Bernuansa Budaya NTT Kini Hadir di Jakarta

5 tahun ago

Trending

  • Ramadhan: Sekolah Sunyi yang Mendidik Jiwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Hanya Bantu Korban Banjir, PT Satya Agung Juga Salurkan CSR untuk Sarana Ibadah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Narasi dan Arah Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Kualitas Vokal yang Mempengaruhi Kesuksesan dalam Public Speaking

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahasia Berbicara di Depan Umum: Mengungkap Pentingnya 7-38-55% Rule

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In