Ikuti kami

Minyak Nilam Simpang Keuramat Aceh Utara Terbaik Kedua di Dunia, Warga Produksi Parfum

Nasional

Minyak Nilam Simpang Keuramat Aceh Utara Terbaik Kedua di Dunia, Warga Produksi Parfum

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA – Minyak nilam dalam bahasa Inggrisnya biasa disebut  patchouli oil adalah salah satu minyak atsiri  yang dihasilkan oleh Nilam (Pogostemon cablin benth ) yang merupakan komoditas unggulan nasional di Indonesia khususnya Nilam Aceh. Minyak nilam sendiri punya banyak kegunaan, mulai dari pembunuh serangga, hingga bermanfaat pula sebagai obat-obatan dan bahan untuk membuat Parfum.

Nilam Aceh merupakan nilam unggul dengan kualitas terbaik di dunia, karena menghasilkan minyak dengan rendemen tiga persen dan kandungan patchouly alcohol (pa) di atas 30 persen, Minyak nilam ini mutlak dibutuhkan dalam industri parfum sebagai bahan fixatif pengikat aroma.

Mahyeddin Abubakar, Keuchik Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, kepada, Media, Rabu (20/11/2019) mengatakan, masyarakat gampong tersebut menyambut baik kerja sama Pemerintah Aceh Utara dan Atsiri Research Centre (ARC) untuk memudahkan ekspor minyak nilam Aceh ke luar negeri.

” Saat ini ARC Unsyiah telah menyusun peta jalan (roadmap) Sistim Inovasi Daerah (SIDa) untuk pengembangan agribisnis tanaman nilam di Aceh Utara, terang Mahyeddin di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD)  di Oproom Setdakab Aceh Utara.

“Saya selaku kepala desa dan masyarakat menyambut baik kerja sama Pemkab Aceh Utara dengan ARC Unsyiah yang telah menyusun peta jalan (roadmap) SIDa untuk pengembangan agribisnis tanaman nilam di Aceh. Ke depan kami siap menerima tawaran ARC untuk pengembangan SIDa tersebut di masa akan datang,” jelas mayeddin.

Dari hasil musyawarah itu, kata Mahyeddin, pihaknya meminta Pemkab Aceh Utara untuk lebih serius dalam membantu para petani salah satu tanaman penghasil minyak atsiri di desanya yang telah berkembang sejak tahun 1996 silam, bahkan menurutnya pada 1998 dampak puncaknya krisis moneter dunia tidak dirasakan oleh petani nilam di sana, pasalnya saat itu harga minyak nilam di atas 1 juta/kg.

“Nilam Aceh Utara varietas Lhokseumawe berada di peringkat kedua terbaik dunia berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor : 320/Kpts/SR.120/8/2005 dengan daya produktivitas terna 42,59 – 64,67ton/ha. Sementara produksi minyak 273,49-415,65 kg/ha, dengan kandungan kadar Pathchouli Alcohol 34,46 persen. 90 persen kebutuhan minyak nilam dunia itu dipasok dari Indonesia dan 70 persennya berasal dari Aceh. Nilam Aceh (pogostemon cablin benth) merupakan nilam unggul dengan kualitas terbaik di dunia karena menghasilkan minyak dengan rendemen 3 persen dan kandungan patchouly alcohol (pa) di atas 30 persen. Minyak nilam ini mutlak dibutuhkan dalam industri parfum sebagai bahan fixatif pengikat aroma, sehingga wanginya bisa bertahan lebih dari 12 jam,” tandasnya.

Pasca FGD yang diikutinya 3 November 2019 tersebut, keuchik yang telah menghasilkan produk kerupuk jengkol bratana itu, bersama Kader Pembangunan Manusia Gampong (KPM – G) langsung menginplimentasikan racikan parfum dengan kandungan minyak nilam sebagai pengikat aroma.

Bermodalkan jerih triwulan ketiga yang diterimanya, Parfum “Mangat Bee” Produk UPPKS (Usaha Peningkatan Perekonomian Keluarga Sejahtera) KM VIII – Simpang Keuramat yang dipromosikan lewat jejaring sosial banyak menuai komentar positif dan racikan keuchik itupun mulai dilepas ke pasaran sejak 18 November 2019, meski belum mengantongi izin resmi. Bahan-bahan yang terkandung di dalam racikan minyak wangi tersebut salah satunya adalah cetearyl alcohol yang merupakan jenis alkohol non khamr dan mendapat sertivikasi halal dari LPPOM-MUI.

Sementara Tgk. Nazaruddin, Anggota DPR-K Aceh Utara asal Simpang Keuramat sangat mengaprisiasi dan mendukung penuh kreativitas yang ditunjukkan oleh keuchik Kilometer VIII tersebut

“Dalam waktu dekat ini saya akan bantu untuk pengurusan izin dan sertifikasi halal di LPPOM-MUI terhadap produk kreatifitas keuchik Din ini. Kiranya tidak merupakan tindakan yang berlebihan, melainkan ini merupakan sebuah perubahan mindset yang ditunjukkannya untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” Pungkas Tgk Nazar.

Acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Oproom Setdakab Aceh Utara turut hadir kepala Bappeda Aceh Utara, kepala Dinas Perkebunan, Perternakan, dan Kesehatan Hewan, kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, kepala dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Aceh Utara, Camat Nisam Antara, Camat Kuta Makmur, Camat Simpang Kramat, kelompok tani, Akademisi Unimal serta LSM di Aceh Utara membuka ruang diskusi bersama dalam hal produksi tanaman nilam dan perdagangan hingga ke luar negeri. (Hamdani)

Komentar
Continue Reading
Baca juga...

Lainnya dalam Nasional

To Top