Home / Sosmas / 2019, Pertamina Bersiap Alih Kelola Lagi Dua Blok Migas
Ilustrasi

2019, Pertamina Bersiap Alih Kelola Lagi Dua Blok Migas

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – PT Pertamina bersiap mengambil alih kelola dua blok migas terminasi tahun ini. Blok migas itu adalah Blok Jambi Merang dan Blok Raja Tempirai yang berlokasi di Sumatera Selatan.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu, mengatakan, proses alih kelola dua wilayah kerja migas ini menjadi upaya Pertamina meningkatkan kinerja di hulu migas. Setelah sebelumnya, pada 2018 berhasil mengambil alih Blok Mahakam, Sanga-Sanga, Southeast East Sumatra hingga Blok East Kalimantan-Attaka.

Dharmawan yakin kedua blok ini turut berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional.

“Tahun ini akan ada alih kelola Jambi Merang dan Blok Raja Tempirai. Untuk Jambi merang 9 Februari dilakukan serah terima dari operator lama ke Pertamina,” kata Dharmawan di kantornya, Kamis 17 Januari 2019.

Ia menegaskan, blok tersebut akan dikelola penuh oleh Pertamina. Hingga kini belum ada keputusan untuk menggandeng mitra kerja sama baik lokal ataupun asing.

“Ke Pertamina semua, belum (ada rencana ber-partner),” kata dia.

Untuk produksinya, ia mengatakan, Jambi Merang memiliki jumlah yang cukup besar. Namun, ia tak merinci lebih lanjut terkait produksi dan cadangan Blok Raja Tempirai.

“Jambi Merang cukup besar, sekitar 80 juta kaki kubik per hari. 4.500 barel per hari kondensat. Kalau Raja Tempirai tidak ingat,” kata dia.

Untuk Blok Jambi Merang yang akan dikelola PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, nilai komitmen investasi telah ditetapkan mencapai US$293,3 juta dan bonus tanda tangan US$17,3 juta.

Sementara itu, Blok Raja Tempirai/Pendopo yang akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai, Nilai komitmen investasinya sebesar US$15,55 juta dan bonus tanda tangan US$1 juta.

 

Sumber  : Viva.co.id

Komentar

Baca juga

KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan …