MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menerima kunjungan jajaran Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhokseumawe dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur PNL, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan komunikasi kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), pelaksanaan lelang, serta membuka ruang kolaborasi dalam bidang edukasi dan penguatan literasi pengelolaan kekayaan negara di lingkungan perguruan tinggi.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan Kepala KPKNL Lhokseumawe beserta jajaran ke kampus PNL.
Menurutnya, hubungan baik yang selama ini terbangun antara PNL dan KPKNL Lhokseumawe merupakan modal penting untuk terus meningkatkan tata kelola aset negara secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“PNL tentu menyambut baik sinergi yang selama ini telah berjalan. Bagi kami, pengelolaan aset negara bukan hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, PNL sangat terbuka terhadap pengembangan kerja sama yang tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan aset dan lelang, tetapi juga dapat diperluas dalam bentuk edukasi, kuliah umum, sosialisasi, maupun pelibatan akademisi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan KPKNL.
Sementara itu, Kepala KPKNL Lhokseumawe, TB Abdurrahman, menyampaikan bahwa dirinya mulai bertugas di Lhokseumawe sejak 1 April 2026. Ia mengapresiasi hubungan kelembagaan yang telah terjalin dengan baik dan menyebut PNL sebagai salah satu mitra KPKNL Lhokseumawe yang menunjukkan komitmen positif dalam pengelolaan aset dan pelaksanaan lelang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PNL yang selama ini menjadi salah satu mitra terbaik KPKNL Lhokseumawe. Alhamdulillah, koordinasi dan kerja sama yang terbangun telah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Abdurrahman, keberadaan KPKNL diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terbaik, baik bagi instansi vertikal maupun pemerintah daerah, terutama dalam pelayanan pengelolaan kekayaan negara, penilaian, piutang negara, dan pelaksanaan lelang.
Abdurrahman menambahkan, kehadiran KPKNL Lhokseumawe di PNL kali ini juga menjadi bagian dari koordinasi dalam rangka penertiban dan penguatan pengelolaan aset di lingkungan PNL. Menurutnya, tertib administrasi, kejelasan status, pemanfaatan, serta pengamanan aset merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara yang optimal dan akuntabel. Karena itu, koordinasi yang intensif antara KPKNL dan PNL diharapkan dapat memastikan aset negara tidak hanya tercatat dengan baik, tetapi juga dikelola dan dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung pelaksanaan tridarma dan pengembangan institusi.
Ia turut mengapresiasi pelaksanaan lelang kayu yang dilakukan PNL. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu contoh positif dalam pemanfaatan mekanisme lelang secara tertib, terbuka, dan akuntabel.
Ke depan, KPKNL Lhokseumawe juga akan terus menggalakkan pemanfaatan lelang.go.id sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan manfaat lelang negara.
“Kami berharap nantinya ada kesempatan untuk melaksanakan kuliah umum di PNL sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi mengenai lelang. Dengan demikian, mahasiswa juga dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai pengelolaan kekayaan negara dan mekanisme lelang yang transparan,” tambahnya.
Selain itu, KPKNL Lhokseumawe berencana melaksanakan kegiatan konsultasi publik. Abdurrahman berharap akademisi PNL dapat dilibatkan sebagai narasumber sehingga perspektif perguruan tinggi dapat ikut memperkaya pembahasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Zamzami, ST., M.Eng., IPM., menyampaikan bahwa PNL berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan aset negara melalui tata kelola yang profesional, efektif, efisien, dan akuntabel.
Menurutnya, pendampingan dan koordinasi dengan KPKNL memiliki arti penting bagi PNL, terutama dalam memastikan setiap proses pengelolaan BMN hingga pelaksanaan lelang berjalan sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
“Kami berharap komunikasi dan koordinasi ini semakin kuat. Berbagai masukan dan pendampingan dari KPKNL tentu sangat bermanfaat bagi PNL dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara sekaligus meminimalkan berbagai persoalan administratif di kemudian hari,” ujar Zamzami.
Ia juga menyambut positif gagasan pelaksanaan kuliah umum dan pelibatan akademisi PNL dalam kegiatan konsultasi publik KPKNL. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperluas hubungan kedua institusi dari aspek pelayanan administrasi menjadi kemitraan yang memiliki dimensi edukasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif serta diisi dengan diskusi mengenai pengelolaan BMN, pelaksanaan lelang, optimalisasi layanan KPKNL, hingga peluang kolaborasi kelembagaan ke depan.
Melalui pertemuan tersebut, PNL dan KPKNL Lhokseumawe berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam mewujudkan pengelolaan kekayaan negara yang transparan dan akuntabel, tetapi juga dalam menghadirkan nilai edukasi serta kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. {}



