MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan teknologi dan inovasi generasi muda melalui penyelenggaraan Kontes Robot Nasional PNL 2026, Selasa (20/10/2026) di Lobbi Lantai I Gedung Utama PNL. Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus kolaborasi bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, menguji kemampuan rekayasa teknologi, serta melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kompetisi tersebut diikuti 10 tim dari sejumlah perguruan tinggi. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kolaborasi antarkampus dalam memperkuat ekosistem riset, teknologi, dan inovasi di kalangan mahasiswa.
Ketua Pelaksana, Aidi Finawan, S.S.T., M.Eng., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kontes ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kredibilitas institusi dalam menghadapi kompetisi robotika di tingkat nasional.
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah. Kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih kemenangan, tetapi juga membangun sportivitas, memperluas pengalaman, dan meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk bersaing pada ajang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetisi robotika memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Menurutnya, terdapat tiga aspek fundamental yang menjadi ruh penyelenggaraan kontes tersebut, yakni kompetensi, kreativitas, dan inovasi.
“Dari sisi kompetensi, mahasiswa ditantang mengimplementasikan teori yang diperoleh di ruang kuliah menjadi karya nyata. Dari sisi kreativitas, peserta dituntut berpikir out of the box dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Sementara melalui inovasi, teknologi robotika diharapkan mampu menghadirkan solusi bagi kehidupan manusia, baik di bidang kesehatan, industri, maupun mitigasi bencana, khususnya di Aceh,” ungkapnya.
Syukri menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu tampil sebagai pencipta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi kompetisi tidak semata-mata diukur dari kemenangan, melainkan dari proses pembelajaran, pertukaran pengetahuan, serta jejaring kolaborasi yang terbangun antarpeserta.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jadikan arena ini sebagai ruang untuk belajar, saling menginspirasi, dan membangun relasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Menang adalah prestasi, tetapi pengalaman, persahabatan, dan pengetahuan yang diperoleh merupakan investasi berharga untuk masa depan,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Syukri turut menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas inisiatif dan kerja keras dalam menghadirkan kompetisi robotika, serta kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi, termasuk peserta dari luar Lhokseumawe.
Kontes Robot Nasional PNL 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni Robot Sumo dan Line Follower. Pada kategori Robot Sumo, peserta ditantang merancang robot dengan kemampuan manuver, kekuatan dorong, dan strategi untuk mengalahkan lawan di arena pertandingan. Sementara kategori Line Follower menguji kecepatan, ketepatan sensor, serta kemampuan sistem kendali robot dalam mengikuti lintasan dan melewati berbagai tantangan.
Melalui penyelenggaraan kontes ini, PNL berharap dapat terus memperkuat budaya inovasi dan kompetisi akademik yang sehat, sekaligus membuka ruang kolaborasi ant perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi robotika.
Lebih dari sekadar arena pertandingan, Kontes Robot Nasional PNL 2026 menjadi panggung lahirnya gagasan, tempat kreativitas diuji, kompetensi diasah, dan inovasi dipersiapkan untuk menjawab tantangan masa depan. {}



