MERDEKABICARA COM | BANDUNG -Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat langkah transformasi pendidikan tinggi vokasi melalui perluasan jejaring dan pertukaran praktik baik antar lembaga. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan Manajemen PNL ke Politeknik Negeri Bandung (Polban), Kamis (25/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Polban itu tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi antardua politeknik negeri, tetapi berkembang menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan mengenai masa depan pendidikan vokasi, termasuk isu transformasi politeknik menuju konsep Polytechnic University.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan apresiasi kepada Direktur dan jajaran Manajemen Polban atas sambutan hangat serta keterbukaan dalam berbagi pengalaman pengembangan institusi.
Dalam pertemuan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi memaparkan secara singkat profil, kondisi terkini, serta arah pengembangan PNL. Menurutnya, perubahan lanskap pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan industri menuntut politeknik untuk terus bergerak adaptif tanpa kehilangan karakter utamanya sebagai pendidikan tinggi vokasi yang dekat dengan dunia kerja dan industri.
Transformasi kelembagaan, lanjutnya, bukan semata persoalan perubahan nomenklatur atau status, tetapi bagaimana politeknik mampu memperluas kapasitas akademik, memperkuat riset terapan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun ekosistem inovasi, serta menghasilkan lulusan yang semakin relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Pertemuan seperti ini penting untuk mempertemukan pengalaman, gagasan, dan kekuatan masing-masing institusi. Yang ingin kita bangun bukan hanya kerja sama di atas dokumen, tetapi kolaborasi yang menghasilkan program nyata dan memberi dampak bagi dosen, mahasiswa, institusi, serta dunia industri,” ujarnya.
Direktur Polban, Assoc. Prof. Marwansyah, S.E., M.Si., Ph.D., didampingi jajaran Manajemen Polban, menyampaikan selamat datang kepada rombongan PNL. Ia turut memaparkan perjalanan, profil, tata kelola, serta arah pengembangan Polban dalam merespons dinamika pendidikan tinggi vokasi dan kebutuhan dunia industri.
Marwansyah menambahkan, penguatan pendidikan tinggi vokasi ke depan membutuhkan keberanian institusi untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan perkembangan keilmuan. Karena itu, kolaborasi antarpoliteknik menjadi semakin penting, bukan hanya untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik, tetapi juga membangun kekuatan bersama dalam pengembangan pembelajaran, riset terapan, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap pertemuan PNL dan Polban tidak berhenti pada ruang diskusi dan penandatanganan dokumen kerja sama. Kolaborasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program-program konkret di tingkat jurusan dan program studi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh dosen dan mahasiswa kedua institusi.
Diskusi kedua institusi kemudian mengerucut pada sejumlah ruang kolaborasi strategis, terutama penguatan tata kelola pendidikan vokasi, pengembangan program akademik, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, riset terapan, inovasi, serta penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Outcome penting dari pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Ketua Jurusan di lingkungan PNL dan Ketua Jurusan di lingkungan Polban. IA tersebut menjadi instrumen untuk membawa kerja sama dari tingkat institusi menuju implementasi yang lebih teknis dan terukur di tingkat jurusan.
Melalui skema tersebut, kedua institusi membuka peluang pengembangan kegiatan bersama seperti pertukaran pengetahuan dan praktik baik, kolaborasi pembelajaran dan kurikulum, riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga program yang melibatkan mahasiswa dan mitra industri.
Bagi PNL, kunjungan ini diharapkan menjadi salah satu referensi penting dalam memperkuat peta jalan pengembangan institusi. Sementara dalam jangka panjang, kolaborasi PNL–Polban diharapkan melahirkan ekosistem pendidikan vokasi yang semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing lebih kuat.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI), serta Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL. Dari Polban, Direktur turut didampingi jajaran manajemen dan pimpinan unit terkait.
Pertemuan itu pada akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar kunjungan antarkampus: bahwa masa depan pendidikan vokasi tidak cukup dibangun dengan berjalan sendiri. Ia membutuhkan keberanian untuk bertransformasi, keterbukaan untuk saling belajar, dan kolaborasi untuk bertumbuh bersama.
Dari Bandung, PNL membawa pulang bukan hanya pengalaman dan referensi, tetapi juga gagasan untuk diterjemahkan menjadi langkah nyata—agar transformasi kelembagaan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: pendidikan vokasi yang semakin relevan, berdampak, dan memberi nilai bagi Indonesia. {}



