Categories: Opini

Konsep Grak Bacut-Bacut dalam Perspektif Ir. Muhammad Hatta

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA –  Dalam kehidupan, sering kali kita tergoda oleh keinginan untuk mencapai kesuksesan dengan cepat. Namun, filosofi grak bacut-bacut, melangkah pelan tapi pasti, mengajarkan bahwa keberhasilan sejati adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan konsistensi, kesabaran, dan ketekunan. Sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan jauh lebih berarti daripada lompatan besar yang tergesa-gesa.

Filosofi ini saya temukan dalam berbagai pengalaman sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas sebagai Koordinator Humas dan Kerjasama di Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) maupun dalam dinamika kehidupan pribadi. Setiap perjalanan, setiap target, membutuhkan perencanaan matang dan eksekusi bertahap. Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan; setiap langkah kecil memiliki peran penting dalam membangun fondasi yang kuat.

Kesabaran dan Konsistensi dalam Menjalani Proses

Grak bacut-bacut bukan sekadar ungkapan, melainkan sebuah prinsip hidup yang menekankan bahwa proses tidak boleh diabaikan. Dalam konteks pekerjaan, setiap langkah yang saya ambil, dari menjalin kerjasama dengan industri dan stakeholder hingga membangun hubungan dengan media, adalah bagian dari perjalanan panjang menuju tujuan besar. Tidak semua hasil bisa dinikmati dengan instan, tetapi setiap proses memberikan pembelajaran berharga.

Di dunia pendidikan vokasi seperti di PNL, konsep ini sangat nyata. Mahasiswa tidak hanya diajarkan keterampilan teknis, tetapi juga diajak untuk menghargai proses. Mereka belajar bahwa keahlian membutuhkan latihan bertahap dan konsistensi. Melalui filosofi grak bacut-bacut, diharapkan mereka memahami bahwa kesuksesan dalam karier adalah akumulasi dari usaha kecil yang dilakukan dengan disiplin.

Menghadapi Tantangan dengan Ketekunan

Dalam menghadapi tantangan, filosofi ini menjadi pedoman penting. Tidak semua perjalanan mulus, dan sering kali rintangan membuat kita ingin menyerah. Namun, grak bacut-bacut mengajarkan bahwa setiap hambatan bisa diatasi jika kita tetap melangkah, meski perlahan. Setiap tantangan adalah bagian dari proses pembentukan diri.

Sebagai Koordinator Humas dan Kerjasama, saya menghadapi berbagai dinamika yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Membangun kerjasama dengan berbagai pihak tidak bisa dilakukan dalam semalam. Dibutuhkan komunikasi yang berkelanjutan, pemahaman mendalam, dan langkah-langkah kecil yang konsisten. Filosofi ini membantu saya untuk tetap fokus pada tujuan, tanpa terburu-buru.

Tetap Membumi, Tak Perlu Melangit

Ketika ada teman atau kolega bertanya tentang pencapaian karir, bisnis, atau kehidupan, kita bisa selalu menjawab dengan filosofi grak bacut-bacut. Ini bukan sekadar jawaban, melainkan sebuah pengingat bahwa kesuksesan bukan sesuatu yang harus melangit, terlihat megah dan jauh dari jangkauan. Sebaliknya, kesuksesan adalah perjalanan yang membumi, nyata, dan dapat diraih siapa saja.

“Pelan-pelan saja, yang penting konsisten,” itulah yang seharusnya disampaikan. Tidak ada yang perlu merasa lebih rendah atau kalah karena belum mencapai tujuan tertentu. Setiap orang memiliki ritme dan tantangannya sendiri. Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap langkah kecil adalah sebuah pencapaian yang patut dihargai. Kita semua berjalan di jalan yang sama, dengan kecepatan yang berbeda.

Dengan pendekatan ini, kita menciptakan suasana yang lebih inklusif dan penuh empati. Tidak ada perlombaan untuk menjadi yang paling cepat atau paling hebat. Filosofi grak bacut-bacut menekankan bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, adalah bagian dari kesuksesan besar di masa depan.

Penutup

Grak bacut-bacut adalah filosofi sederhana namun penuh makna. Ia mengingatkan kita bahwa kesuksesan adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi. Sebagai bagian dari perjalanan hidup saya, filosofi ini selalu menjadi pedoman dalam setiap langkah, baik di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Ketika berbagi filosofi ini dengan teman atau kolega, kita tidak hanya memberikan harapan, tetapi juga membangun kebersamaan, sebuah pengingat bahwa dalam perjalanan menuju sukses, kita semua sedang melangkah pelan, tetapi pasti. Karena pada akhirnya, bukan kecepatan yang menentukan keberhasilan, melainkan ketekunan untuk terus bergerak maju, setapak demi setapak, hingga mencapai garis akhir. {}

Recent Posts

Kapolres Pidie Pimpin Upacara Pemakaman Aipda Hendri Saputra

MERDEKABICARA.COM | Pidie - Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK memimpin langsung upacara pemakaman…

2 hari ago

Polres Pidie Gelar Apel Gabungan Menjelang Malam Takbiran Idul Fitri 1446 H

MERDEKABICARA.COM | PIDIE -  Menjelang malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Polres Pidie…

4 hari ago

Pengamatan Rukyatul Hilal Awal Syawal 1446 H, Perta Arun Gas Dukung Tim Kemenag Lhokseumawe di Bukit Tiron

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Perta Arun…

5 hari ago

Tim Berdikari PNL Sukses Gandeng Tiga Mitra Strategis untuk Diversifikasi Kopi Gayo

MERDEKABICARA.COM | TAKENGON -  Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari terus menunjukkan…

6 hari ago

PT PIM Gelar Program Mudik Gratis Bagi Ratusan Pemudik, Ini Empat Rute Tujuan

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)…

6 hari ago

Kapolres Pidie Lepas Rombongan Mudik Gratis Presisi Ke Sumatera Utara

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri…

1 minggu ago