MERDEKABICARA.COM | Pembangunan daerah tidak pernah lahir dari kebisingan. Ia tumbuh dalam ruang yang tenang, dalam komunikasi yang jernih, dan dalam kesadaran bersama bahwa kepentingan masyarakat berada di atas segalanya. Setiap dinamika yang terjadi di ruang kelembagaan sejatinya adalah bagian dari proses pendewasaan, selama ia dikelola dengan adab dan visi yang sama.
Perbedaan pandangan antara para pemangku kebijakan adalah sesuatu yang wajar. Dalam sistem pemerintahan, eksekutif memiliki mandat menjalankan program dan kebijakan, sementara legislatif menjalankan fungsi pengawasan, penguatan regulasi, dan representasi aspirasi. Kedua peran ini bukanlah ruang kompetisi, melainkan ruang keseimbangan agar pembangunan berjalan lebih terarah dan akuntabel.
Namun, keseimbangan hanya akan terjaga jika komunikasi dijalankan dengan kedewasaan. Ketika perbedaan dikelola dalam koridor dialog yang tenang, ia melahirkan penyempurnaan kebijakan. Tetapi jika perbedaan itu bergeser ke ruang publik tanpa peneduhan, masyarakat bisa menangkapnya sebagai ketegangan, bukan sebagai proses demokratis yang sehat.
Rakyat pada dasarnya tidak menunggu polemik. Mereka menunggu hasil. Mereka ingin melihat kerja yang nyata, arah yang jelas, serta komitmen bersama yang tidak terganggu oleh dinamika komunikasi yang berlebihan. Stabilitas psikologis masyarakat adalah fondasi pembangunan yang sering kali tak terlihat, tetapi sangat menentukan.
Dalam nilai Islam yang menjadi fondasi kehidupan sosial kita, kepemimpinan adalah amanah. Amanah menuntut ketulusan, pengendalian diri, dan kemampuan menempatkan maslahat umum di atas kepentingan sesaat. Al-Qur’an mengajarkan pentingnya bekerja sama dalam kebaikan. Spirit ini semestinya menjadi ruh dalam setiap relasi kelembagaan.
Budaya lokal pun mengajarkan bahwa musyawarah adalah jalan terhormat dalam menyelesaikan perbedaan. Dalam musyawarah, suara yang berbeda tidak dipertentangkan secara emosional, tetapi dipertemukan secara rasional. Adab lebih tinggi dari sekadar argumentasi. Marwah lebih penting daripada kemenangan wacana.
Di era digital, setiap dinamika dengan cepat menyebar dan membentuk persepsi. Karena itu, kebijaksanaan dalam menyampaikan pendapat menjadi sangat penting. Apa yang bisa diselesaikan melalui mekanisme formal dan dialog internal sebaiknya tetap berada dalam ruang yang konstruktif, agar publik melihat kesatuan visi, bukan perbedaan ekspresi.
Pembangunan membutuhkan sinergi lintas sektor. Eksekutif, legislatif, dan seluruh unsur pendukung pemerintahan harus berdiri dalam frekuensi yang sama: mempercepat kesejahteraan, memperkuat tata kelola, dan menjaga stabilitas daerah. Perbedaan tetap ada, tetapi tujuan tidak boleh terbelah.
Menurunkan ego bukan berarti mengurangi peran. Justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji. Ketika ego diturunkan, ruang dialog menjadi lebih luas. Ketika visi dinaikkan, arah pembangunan menjadi lebih jelas. Dan ketika komunikasi dijaga tetap sejuk, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.
Pada akhirnya, daerah yang maju bukan hanya daerah yang memiliki anggaran besar atau proyek strategis, tetapi daerah yang para pemimpinnya mampu bekerja dalam satu hati. Kesejukan bukan tanda kelemahan. Ia adalah kekuatan yang sunyi namun kokoh.
Dan mungkin di situlah makna kepemimpinan yang sesungguhnya: bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi kemampuan menahan diri; bukan sekadar menunjukkan perbedaan, tetapi merawat persatuan; bukan sekadar hadir dalam ruang kuasa, tetapi hadir dalam ruang tanggung jawab. Ketika hati para pemimpin dipenuhi niat membangun, maka setiap perbedaan akan menemukan titik temu, setiap dinamika akan menemukan keseimbangan, dan setiap langkah akan bermuara pada kemaslahatan.
Karena pembangunan sejati dimulai dari ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, dan komitmen untuk saling menguatkan dalam satu visi yang sama. {}
Penulis merupakan Mahasiswa Program Doktoral Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - PT Perta Arun Gas (PAG) sebagai bagian dari PT Perusahaan Gas…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi meluncurkan Program Broh Jeut Keu Peng (sampah jadi…
MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Dalam rangka menegakkan hukum serta menjaga kelestarian lingkungan hidup, Polres Pidie…
Merdeka Bicara – Aceh Utara | Pagi di Kecamatan Geureudong Pase biasanya dimulai dengan derap…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai melakukan penertiban baliho dan spanduk yang dinilai…