Ikuti kami

Adu Baca Puisi, Shabela VS Sarkawi di Tugu Radio Rimba Raya

Sosmas

Adu Baca Puisi, Shabela VS Sarkawi di Tugu Radio Rimba Raya

MERDEKABICARA.COM | Memperingati Hari Ulang Tahun Radio Republik Indonesia Ke-75, Rabu lalu, RRI Takengon menggelar Dialog dan Pagelaran Budaya serta Lomba Musikalisai Puisi yang di pusatkan di komplek Tugu Radio Rimba Raya. Acara dialog budaya diikuti oleh puluhan budayawan dan penyair terkenal dari Dataran Tinggi Gayo, sedangkan pegelaran budaya diisi oleh kelompok seniman etnik daerah. Sementara Lomba Musikalisasi Puisi diikuti oleh 9 sanggar seni dari dua kabupaten yaitu Aceh Tengah da Bener Meriah.

Dipilihnya lokasi peneyelenggaraan di komplek Tugu Radio Rimba Raya ini, menurut Kepala RRI Takengon, Muhsin Zen adalah untuk mengenalkan sejarah Radio Rimba Raya kepada para generasi muda, karena keberadaan Radio Rimba Raya punya arti penting dalam perjuangan kemerdekaan republik Indonesia.

“Dari Radio Rimba Raya ini, dunia jadi tau bahwa Indonesia masih ada, ini yang harus diketahui oleh genarai muda kita, batapa dari pedalaman Gayo ini dulu suara kemerdekaan Indonesia digaungkan, setelah ibukota Yogyakarta dan ibukota pemerintahan darurat di Bukit Tinggi kembali dikuasai oleh Belanda, namun berkat Radio Rimba Raya ini, eksistensi Republik Indonesia kembali diketahui oleh dunia” ungkap Zen.

Itulah sebabnya, pagelaran musikalisasi puisi yang digelar oleh RRI Takengon ini, mengangkat tema “Dari Sini Indonesia Masih Ada”, dan merupakan tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menyuarakan bahwa Indonesia masih ada dan kemerdekaan Indonesia benar adanya.

Selain itu menurut Zen, pihaknya juga sedang ikut mempromosikan Radio Rimba Raya yang pada tahun ini masuk nominasi sebagai Destinasi Wisata Sejarah Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Dia berharapa dengan digelarnya even RRI Takengon di lokasi tersebut, akan memperbesar dukungan untuk destinasi wisata sejarah tersebut.

“Hadirnya ratusan orang ke tempat ini, kami harapkan akan memperbesar dukungan bagi destinasi wisata sejarah ini dalam ajang API 2020, kita semua tentu berharap, radio bersejarah kebanggaan kita ini bisa menjadi yang terbaik” harap Zen.

Dalam acara ini, dua bupati di wilayah Gayo yaitu Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar dan Bupati Bener Meriah, Tgk H. Sarkawi beserta unsur Forkopimda kedua daerah ikut hadir meramaikan dialog budaya dan lomba musikalisasi puisi yang digelar oleh RRI Takengon ini.

Bahkan kedua kepala daerah itu tanpa canggung ikut membacakan puisi dalam parade puisi bertemakan sejarah Radio Rimba Raya ini dihadapan para pimpinan RRI se-korwil Aceh, para seniman, budayawan, penyair dan tamu undangan lainnya serta masyarakat sekitar.

Seakan sedang ‘beradu baca puisi’, kedua Kepala Daerah di Gayo ini, tampil all out dalam even besutan RRI Takengon ini. Bupati Bener Meriah, Sarkawi tampil dengan penghayatan luar biasa, membacakan puisi karyanya sendiri. Sementara Bupati Aceh Tengah, Shabela tampil penuh semangat dengan suara lantang, membacakan puisi dengan judul sesuia tema “Dari Sini Indonesia Masih Ada”

Sementara dalam Lomba Musikalaisasi Puisi, sebanyak sembilan sanggar seni dari Aceh Tengah dan Bener Meriah lolos ke final lomba ini. Dan setelah tampil dalam acara pemuncak, akhirnya Sanggar Tajuk Renggali dari Kabupaten Aceh Tengah tampil sebagai Jaura Pertama, disusul oleh Sanggar Gayo Nusantara Etnik dari Bener Meriah di posisi kedua dan juara ketiga diraih oleh Sanggar Pegayon dari Aceh Tengah. {}

Komentar

Lainnya dalam Sosmas

To Top