Ikuti kami

Soal Belajar Tatap Muka di Aceh Utara, Begini Tanggapan Anggota Dewan

Pendidikan

Soal Belajar Tatap Muka di Aceh Utara, Begini Tanggapan Anggota Dewan

MERDEKABICARA.COM | Komisi 5 Dewan Perwakilan Rakyat(DPRK)Kabupaten Aceh Utara, mengajak kebersamaan semua pihak untuk selalu mematuhi protokoler kesehatan pencegahan Virus corona selama belajar mengajar tatap muka di sekolah, sehingga proses belajar mengajar siswa siswi seluruh sekolah tidak ada terkendala apapun dan berjalan dengan sukses hingga pandemi ini berakhir

Seperti diketahui kegiatan belajar tatap muka di Kabupaten Aceh Utara telah dimulai sejak Senin 7 September 2020 kemarin, proses kegiatan belajar tersebut dilakukan dengan mematuhi protokoler kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Pada prinsipnya kami dari komisi V DPRK Aceh Utara mendukung upaya dilakukan belajar mengajar secara tatap muka, mengingat hingga saat in,i belum diketahui sampai kapan akan berakhirnya masa pandemi ini,” ujar Sekretaris komisi V DPRK Zurkainen, S.pd, Selasa 8 September 2020.

Namun demikian  Zulkarnen mengatakan, pihaknya berharap dalam kondisi sulit ini, semua harus saling memahami, dan menjaga, dimana pada satu sisi, siswa-siswi tetap memperoleh pendidikan yang layak, disisi lain bahaya pandemi yang terus mengancam, pihak sekolah serta keluarga dan pihak pemerintah harus saling bahu membahu agar terselenggaranya pendidikan dengan baik dan kesehatan tetap terjaga, terangnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga protokoler kesehatan dan selalu mengingatkan putra putri kita, masyarakat dan kita sendiri untuk selalu memakai masker”, himbaunya.

Komisi V DPRK Aceh Utara sangat mendukung adanya belajar tatap muka yang sudah berjalan dua hari ini,  dan mengapresiasikan langkah Pemda Aceh Utara yang sepakat membuka ruang belajar dengan tatap muka langsung di tengah pandemi, sebab menurut Zulkarnen, proses belajar mengajar secara jarak jauh atau daring yang telah diterapkan beberapa bulan terakhir ini terdapat banyak kendala dan tidak efektif.

“Banyak juga kendala sekolah daring, mulai dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sistem online, karena dengan sistem tersebut orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket internet, ditambah lagi terdapat beberapa daerah di pedalaman yang tidak memiliki akses internet,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Politisi Partai PKS ini, kendala lain yang dihadapi adalah masih banyaknya siswa yang tidak memiliki sarana pembelajaran seperti Smartphone.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, sangat beresiko terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kami memutuskan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar secara tatap muka segera dimulai kembali, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan,” pungkas Politisi Partai PKS ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Saifullah, M.Pd mengatakan, bahwa proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah yang telah diterapkan ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan apapun dilapangan, dengan saling mengingatkan dan selalu menjaga jaga jarak serta menggunakan masker, ujarnya.

“Kita upayakan proses belajar mengajar secara tatap muka diterapkan sesuai dengan surat edaran empat menteri yang membolehkan sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di daerah zona hijau dan kuning, namun tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional,” terang Saifullah, M.Pd.

Penulis: Dani

Editor : Arief Zakaria

Komentar

Lainnya dalam Pendidikan

To Top