• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, Februari 16, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Sosmas

Muak dengan Kinerja dan Desak Turun dari Jabatan, Kaum Ibu Segel Kantor Keuchik Teumpok Teungoh

13 Mei 2020
Reading Time: 2 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Perwakilan kaum ibu yang berada di lima dusun gampong Teumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mendatangi kantor Keuchik setempat. Kehadiran puluhan emak-emak tersebut untuk mendesak orang nomor 1 di desa mereka agar mengundurkan diri atau turun dari jabatan kepala desa atau Keuchik.

Terlihat dilapangan, Rabu (13/5) unjuk rasa puluhan perwakilan emak-emak dari lima dusun yang ada di Gampong Teumpok Teungoh mulai berkumpul di lingkungan pekarangan Mesjid Al-Muklisin sejak jam 10: 00 WIB, maksud hati ingin bertemu dengan pimpinan pemerintah Gampong tersebut, namun setelah menunggu sekian lama, Keuchik juga tidak kunjung masuk kantor, hingga terjadilah penyegelan kantor Keuchik setempat oleh emak-emak dengan menggunakan kayu dan treiplek.

Tidak sampai disitu saja, masih tidak puas dengan aksinya menyegel kantor desa, kaum ibu juga mendatangi kediaman Keuchik Gampong Tumpok Teungoh H. Hermansya S.Ag, yang berada di Jalan Imam Disun IV, Nomor 84. Akan tetapi ibu-ibu juga gagal berjumpa dengan orang nomor satu di pemerintahan gampong tersebut.

Salah seorang warga di lokasi, saat diwawancarai Media mengatakan, aksi yang mereka lakukan karena merasa muak atas kinerja pemerintah gampong tersebut yang dinilai terkesan jalan di tempat, pembangunan tidak berjalan namun anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat disetiap tahun selalu tidak tersisa.

“Banyak bangunan dan program di gampong kami yang terbelengkalai dan tidak jalan, diantaranya pembangunan kantor Keuchik yang sudah empat tahun terus menerus dialokasikan anggarannya, dari tahun 2015 hingga 2019, tujuh ratusan juta anggaran desa ludes dengan sia-sia, namun sangat disayangkan bangunan tersebut hingga sampai saat ini belum dapat digunakan” jelas Rosnidar.

Selain itu, tambah Rosnidar, program Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) juga tidak jelas, semua hanya terkesan untuk menghabiskan anggaran saja. Semua usaha milik gampong tidak berjalan, seperti, Babershop Bunga Desa yang menguras anggaran dana desa 200.000.000 (Dua Ratus Juta) lebih pada Tahun Anggaran 2018 dan 2019.

Selain itu ada juga usaha Foto Copy, serta usaha Isi Ulang. Semua usaha milik Gampong Tumpok Teungoh yang dibangun dengan anggaran dana desa dan dikelola oleh BUMG juga tidak jalan.” Uang negara ratusan juta terkesan tidak bermanfaat dan mubazir” jelas dia.

Untuk itu semua, kami ingin menjumpai Keuchik, karena sebagai masyarakat gampong kami ingin berbicara tentang hal tersebut, tapi keinginan ini tidak terwujud karena orang yang kami maksud tidak mau keluar dan bertemu dengan warganya.

“Keuchik gampong kami seorang pengecut, tidak berani menjumpai masyarakatnya saat keadaan seperti ini, hal ini dapat menunjukkan Pemerintah Gampong Tumpok Teungoh bukan pemerintah yang mengayomi masyarakat, tapi pemerintah yang menzalimi masyarakat dari ketidak transparansi anggaran dari segala bentuk kegiatan” demikian Pungkas dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tumpok Teungoh, Asrar, saat dikonfirmasi oleh pihak Media terkait hal tersebut tidak mau memberikan tanggapannya.” Bek dilei lon hana siap, tuleh montoeng pue yang dipeugah lee masyarakat” (jangan saya dulu, saya belum siap, tulis saja apa yang dikatakan oleh masyarakat) katanya. {}

Tags: Dana DesaekonomihukumLhokseumawe
SendShareTweet
Next Post

Bareskrim Sita Barang Bukti Pedofil Penculik 2 Anak Dibawah Umur

Rekomendasi

Rembug Perkuat Adat Istiadat di Kepulauan Banyak, Ini yang di Bahas

5 tahun ago

Wakil Bupati Hadiri Maulid Masyarakat Nagan Raya Jakarta

6 tahun ago

Trending

  • Saat Air Tak Lagi Mengalir, Ribuan Petani Aceh Utara Terancam Kehilangan Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menurunkan Ego, Menaikkan Visi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Achmad Kembali Pimpin PWI Lhokseumawe Secara Aklamasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Pasca Banjir, PT Paramount Bed Indonesia dan PT Global Sembilan Karya Salurkan Donasi Bed ICU ke Tiga RSUD di Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Goura Victoria, Spesis Terbesar Burung Merpati, Si Pemalu yang Bermahkota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In