• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Dunia

Turki Aktor Utama dalam Proses Perdamaian Libya di Berlin

21 Januari 2020
Reading Time: 1 min read
A A
Konfrerensi terkait perdamaian Libya di Berlin, Jerman (foto: aa)

Konfrerensi terkait perdamaian Libya di Berlin, Jerman (foto: aa)

MERDEKABICARA.COM | ANKARA – Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan negaranya menjadi salah satu aktor utama dalam proses perdamaian Libya di Berlin berkat diplomasi efektif dan multidimensi Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“KTT Berlin adalah peluang penting bagi penghentian konflik dan solusi politik di Libya,” kata Ibrahim Kalin melalui Twitter, Senin.

Dia juga menekankan bahwa Turki akan mempertahankan kebijakan konstruktif dan damai terhadap perang proksi.

Pada Minggu, para pemimpin dunia bertemu dalam sebuah konferensi di Berlin untuk memetakan jalan ke depan bagi perdamaian di Libya.

Dalam kesimpulannya, konferensi internasional itu menekankan komitmen untuk mengimplementasikan gencatan senjata yang rapuh di negara itu.

Sejak April 2019, Khalifa Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya.

PBB mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 orang tewas sejak operasi itu diluncurkan dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.

Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional. {}

SendShareTweet
Next Post

Kementan Siapkan Ratusan Hektar Lahan Kembangkan Tanaman Jengkol di Banten

Rekomendasi

Ilustrasi

Facebook Garap Uang Digital, Transfer Via WhatsApp

8 tahun ago

Hasil Pilkada Aceh, Mualem-Irwandi Bersaing Ketat

10 tahun ago

Trending

  • PNL Gemilang di Panggung Nasional, 6 Finalis Sapu Bersih Juara KMIPN VIII 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus MAA Aceh Utara “Bu Dini” Dianugerahi Tokoh Seni dan Budaya Aceh Utara 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemuda Kompas Aceh Utara Go Internasional! Muhammad Refi, Berkiprah di Changemaker Youth Leadership Camp 2026 Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Robot Cakra Donya PNL Juara 1 Elektro Expo Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNL dan PT Perta Arun Gas Perpanjang MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In