• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Nasional

BATAN Teliti Nanofluida untuk Pendingin Reaktor Nuklir

7 Desember 2019
Reading Time: 2 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | BANDUNG – Pembangkit listrik tenaga nuklir hingga kini belum kunjung terwujud di Indonesia. Meski demikian, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka penguasaan teknologi, salah satunya penguasaan teknologi keselamatan reaktor nuklir dengan meneliti fluida pendingin baru, yakni nanofluida. Hal ini disampaikan peneliti Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN, Dani Gustaman Syarif, saat ditemui di ruang laboratorium kerjanya, di Kawasan Nuklir Bandung, Jumat, (06/12).

Hasil riset Dani yang baru dikukuhkan sebagai profesor riset pada November lalu ini menunjukkan, nanofluida memiliki konduktivitas termal atau kemampuan untuk menghantarkan panas yang lebih baik dibandingkan dengan fluida pendingin konvensional, seperti air.

“Dengan adanya nanopartikel di dalamnya, nanofluida memilik konduktivitas termal yang lebih baik daripada fluida dasarnya, dalam hal ini air,” jelas Dani.

Selama ini, reaktor nuklir menggunakan air sebagai penghantar panas sekaligus pendingin dalam reaktor. Berbagai cara dilakukan untuk mencari konduktivitas termal fluida yang lebih besar, seperti memperluas permukaan pipa-pipa atau memberi tekanan lebih tinggi sehingga kecepatan airnya lebih besar, namun masih dinilai tidak ekonomis, sehingga dinilai perlu untuk memperbaiki karakteristik fluida dasar itu sendiri, dengan mengembangkan nanofluida.

Menurutnya,  nanofluida dapat digunakan pada 4 bagian reaktor nuklir, yakni sebagai pendingin primer, pendingin sekunder, pendingin untuk ECCS (Emergency Core Cooling System) dan RVCS (Reactor Vessel Cooling System).

“Beberapa literatur menyebutkan, nanofluida memiliki kemampuan konduktivitas termal lebih besar hingga 40 persen daripada konduktivitas fluida dasar seperti air, sehingga bisa meningkatkan efisiensi dari sisi ekonomi,” terangnya.

Nanofluida dapat dbuat dari berbagai bahan nanopartikel seperti logam, keramik, dan karbon, dengan menggunakan berbagai fluida dasar seperti air, etilen glikol, minyak, dan lain-lain. Namun menurut Dani, yang paling menjanjikan adalah penggunaan nanopartikel dari bahan keramik karena bahan awalnya (raw material) tersedia berlimpah di Indonesia.

Penelitian nanofluida di dunia bukanlah hal baru, nanofluida pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1995. Negara lainnya seperti Korea dan Malaysia juga meneliti nanofluida untuk reaktor nuklir.

Meski berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dan keselamatan, nanofluida yang diteliti Dani baru mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 3, sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Nanofluida juga diperlukan di dunia industri seperti otomotif ataupun industri lainnya yang menggunakan sistem perpindahan panas.

“Nanofluida berpotensi besar dimanfaatkan di sistem pendingin sekunder, ECCS, dan RVCS, sedangkan untuk pendingin primer butuh kajian lebih lanjut. Namun secara paralel, nanofluida juga berpotensi untuk dimanfaatkan masyarakat, seperti di industri otomatif atau pupuk. Karena itu, diperlukan kerja sama dengan pihak swasta atau industri untuk menegembangkan nanofluida ini hingga dapat mencapai TKT 6 atau 7,” pungkasnya.

SendShareTweet
Next Post

Walikota: Jamaah di Minta Amalkan Isi Ceramah UAS

Rekomendasi

Sejak PSSB Diterapkan di DKI Jakarta, Polri Catat 3474 Pelanggaran

6 tahun ago
Pemukiman Israel (Foto : suarapalestina)

Pemerintah Israel Bentuk Satuan Unit Baru Perkuat Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

7 tahun ago

Trending

  • Visi PNL Berakhlak, Inovatif, Unggul dan Berdaya Saing Global Jadi Fondasi Transformasi Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara Desak Percepatan Rehabilitasi 20 Ribu Hektare Sawah Rusak Pascabanjir 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Geuchik Tanah Luas Laksanakan Taqziah Bersama ke Rumah Duka di Bireuen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yogi Prahananda Pimpin Desa Seulalah Baru Usai Terpilih Sebagai Geuchik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MUKAB III KADIN Nagan Raya Berlangsung Aklamasi, Teuku Raja Yordan S. Habib Pimpin KADIN 2026-2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In