Home / Islam / Ledakan Bom Warnai Peresmian Islamic Center Ini
Islamic center lhokseumawe

Ledakan Bom Warnai Peresmian Islamic Center Ini

LHOKSEUMAWE–MERDEKA|BICARA.COM  Tanggal 14 oktober 2001, jam menunjukkan sekitar pukul 09.30 wib. Sekitar seribuan masyarakat telah datang dan duduk dalam tenda tenda.Puluhan tenda didirikan berbentuk hurup L. Ada belasan warga lain mendatangi lokasi secara secara bergelombang. Umumnya, mareka yang datang memakai busana muslim. Hari minggu itu, cuaca di Kota Lhokseumawe terlihat cerah.

” Bapak bapak dan ibu ibu, silahkan mengambil tempat duduk, karena rombongan sebentar lagi akan tiba” , kata Abdullah Hasbullah sambil mengarahkan tamu undangan untuk menempati kursi plastik yang berwarna warni. Sebagain kursi lainnya adalah kursi busa yang dibungkus dengan tutupan kain berwarna putih. Kala itu, Abdullah adalah kasie protokoler di bagiab humas kabupaten Aceh Utara. Kini, ia sebagai sekrestaris dewan DPRK kabupaten setempat.
Suasana di lapangan stadion sepakbola rawa sakti, kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh Utara ( kini sudah masuk dalam wilayah pemko Lhokseumawe, pen.) itu senyab. Tidak ada suara dari sounsistem. Para tamu undangan lebih banyak diam dibangku masing masing. Di dalam stadion, beberapa polisi bersenjatata laras panjang. Diluar stadion, sejumlah TNI berpakaian lengkap dan berpakaian preman, juga berjaga.

“Bapak Bapak, saya mendapatkan kabar, rombongan dari pendopo akan segera datang. Jadi, mohon para undangan untuk tetap berada di tempat masing masing” , terdengar suara protokoler di alat pengeras suara berkekuatan ribuan waat itu.
Beberapa menit kemudian, suasana hening. Dan ” Doorrrr….” suara ledakan terdengar memekakkan telingan.

salah satu sudut mesjid agung di islamic center lhokseumawe

Semua yang hadir tersentak kaget. Wajah mareka tegang. Sebagian besar tamu undangan berdiri dan panik, terlihat ingin lari. Secepat kilat, protokoler meraih microfon. ” Jangan ada yang lari….jangan ada yang lari…” teriak Abdullah dengan suara tinggi . ” Sejurus kemudian, terdengar suara senjata menyalak sebanyak dua kali. ” Wartawan jangan lari, wartawan jangan lari…teriak Abdullah dengan suara terdengar panik. Teriakan itu hanya sempat menghentikan beberapa detik langkah seorang video journalist. Selanjutkan wartawan itu lari keluar dari stadion.

Ledakan bom terjadi di sekitar lokasi bekas museum Malikussaleh, sekitar 50 meter dengan tenda para tamu undangan. Lokasi museum itu masuk dalam lokasi Islamic Center Lhokseumawe. Bom rakitan tidak menrusak apapun. ” Kita menembak anjing.kita pikir itu pelaku bom,” kata seorang aparat berpakaian preman yang memegang senjata yang terpasang peredam dilarasnya sambil tersenyum kecut. ” Setelah bom meledak, kita melihat ada yang bergerak gerak disitu,makanya kita tembak ” tambahnya.
Lokasi ledakan dipenuhi dengan ilalang tebal setinggi sekitar setengah meter, sehingga mengaburkan padangan.

Sekitar sekitar 20 menit pasca insiden tersebut, rombongah yang terdiri dari bupati Aceh Utara, Tarmzi A.Karim, gubenur Aceh Syamsuddin Mahmud dan sejumlah menteri datang kelokasi acara.
” Semua biaya untuk pembangunan islamic center ini akan ditanggung oleh pemerintah. Menteri agama akan datang lagi saat peresmiannya saja” kata menteri agama ketika itu, Said Agil Munawar. Kata kata itu membuat para undangan tertaw lebar. Yusuf Kalla, menteri bidang kesra waktu itu terlihat tertawa sambil bertepuk tangan.

komplek islamic center lhokseumawe ( foto:acehinfo.com)

Diujung pidatonya, menteri agama yang seorang hafiz Al-Qur’an itu mengatakan, “dengan ini peresmian pembangunan islamic center lhokseumawe saya nyatakan dimulai”.

Selanjutnya, seremoni peledakan batu pertama dimulai oleh menteri agama, disusul oleh menteri bidang ekuin/kesra Yusuf Kalla, gubernur Aceh dan bebarapa ulam. Terakhir, pelertakan batu pertama dilakukan oleh Tarmizi A Karim, yaitu penggagas Pembangunan islamic center lhokseumawe atau Alamarkazul Pase itu.

penulis :EMNA

 

Komentar

Baca juga

Keturunan Habib Bugak Aceh 

MERDEKA BICARA – Rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia untuk mengambil alih tanah Wakaf, …