MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan transformasi pendidikan tinggi vokasi melalui penyelenggaraan Wisuda ke-37 Tahun 2026. Sebanyak 1.134 lulusan dari enam jurusan dan 26 program studi mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, di Gedung Auditorium PNL, Buketrata, Lhokseumawe.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 639 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian. Momentum akademik ini sekaligus menandai langkah maju institusi melalui penerapan ijazah dan transkrip akademik elektronik sebagai bagian dari modernisasi layanan pendidikan tinggi.
Para lulusan berasal dari enam jurusan, yakni Teknik Sipil, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Bisnis, serta Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), yang tersebar pada 26 program studi dengan jenjang pendidikan Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma Tiga.
Keberagaman disiplin ilmu tersebut merepresentasikan kontribusi PNL dalam mempersiapkan sumber daya manusia terampil, profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pada hari pertama, Sabtu (31/10/2026), prosesi wisuda diikuti sebanyak 609 lulusan yang berasal dari Jurusan Teknik Kimia, Bisnis, dan Teknik Elektro. Jumlah tersebut terdiri atas 5 lulusan Program Magister Terapan, 419 lulusan Program Sarjana Terapan, dan 185 lulusan Program Diploma Tiga.
Sementara itu, pada hari kedua, Minggu (1/11/2026), sebanyak 525 lulusan dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, serta Teknologi Informasi dan Komputer mengikuti prosesi wisuda, terdiri atas 402 lulusan Program Sarjana Terapan dan 123 lulusan Program Diploma Tiga.
Capaian akademik yang turut menjadi perhatian pada wisuda tahun ini adalah keberhasilan 639 lulusan meraih predikat cumlaude, atau sekitar 56,35 persen dari keseluruhan wisudawan. Proporsi tersebut mencerminkan capaian prestasi akademik yang menggembirakan sekaligus menjadi indikator positif dalam penguatan budaya mutu, proses pembelajaran, dan pembinaan kompetensi mahasiswa di lingkungan PNL.
Salah satu terobosan penting pada penyelenggaraan wisuda tahun ini adalah penerapan ijazah dan transkrip akademik dalam format elektronik. Langkah tersebut mencerminkan komitmen PNL dalam mempercepat transformasi digital tata kelola akademik, meningkatkan efisiensi administrasi, memperkuat akuntabilitas, serta menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penerapan dokumen akademik elektronik memiliki makna strategis yang melampaui perubahan medium administrasi dari konvensional menuju digital. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan akademik yang berorientasi pada efektivitas, keamanan, kemudahan verifikasi, serta peningkatan aksesibilitas dokumen bagi lulusan dalam memasuki dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik yang ditandai dengan penyerahan ijazah, melainkan momentum transformasi intelektual sekaligus peneguhan tanggung jawab moral agar ilmu pengetahuan yang diperoleh mampu diwujudkan menjadi karya, pengabdian, dan kemanfaatan bagi kehidupan.
Menurut Rizal Syahyadi, hakikat pendidikan tinggi bukan semata-mata menghasilkan manusia yang menguasai pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu menerjemahkan kompetensi menjadi solusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan bangsa. Karena itu, keberhasilan pendidikan vokasi harus diukur secara komprehensif melalui kualitas lulusan, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PNL terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi vokasi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pengembangan penelitian terapan, modernisasi infrastruktur pembelajaran, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Ia mengungkapkan bahwa penguatan mutu akademik PNL ditopang oleh keberadaan lebih dari 90 laboratorium dan bengkel pendidikan, pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta keberhasilan 10 program studi meraih predikat Akreditasi Unggul. Menurutnya, berbagai capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.
Rizal Syahyadi juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum Wisuda ke-37 sebagai refleksi perjalanan 39 tahun pengabdian PNL sejak berdiri pada 5 Oktober 1987. Hingga penyelenggaraan wisuda tahun ini, PNL telah melahirkan 26.433 alumni yang berkiprah dalam berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pemerintahan, pendidikan, teknologi, kewirausahaan, hingga pembangunan masyarakat.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi industri, dan transformasi ekonomi digital, Direktur PNL menekankan pentingnya membekali lulusan pendidikan vokasi dengan kemampuan yang melampaui penguasaan keterampilan teknis. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, kolaborasi, kreativitas, adaptasi, serta integritas merupakan modal fundamental dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Ia turut mengingatkan para wisudawan agar tidak memandang ijazah sebagai akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, keberhasilan akademik harus menjadi titik awal untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui semangat “PNL Berkarya, Vokasi Berdampak”, Direktur PNL menegaskan bahwa pendidikan tinggi vokasi harus mampu menjembatani pengetahuan dengan kebutuhan nyata kehidupan. Baginya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana kompetensi, karakter, dan karya para alumninya mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Pada akhir sambutannya, Rizal Syahyadi menyampaikan pesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjaga integritas, mengembangkan kemampuan, dan membawa nama baik almamater dalam setiap pengabdian.
“Hari ini Saudara boleh bangga menjadi lulusan PNL. Namun, kelak kami ingin bangsa ini bangga karena Saudara adalah alumni PNL,” demikian pesan Rizal kepada para wisudawan. {}



