MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Transformasi industri menuju proses yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan membuka tantangan sekaligus peluang baru bagi lulusan Teknik Kimia. Perubahan itu menuntut calon tenaga profesional tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga adaptif, memiliki soft skill, memahami budaya keselamatan, dan mampu membaca arah perkembangan industri.
Isu tersebut menjadi benang merah Kuliah Umum Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bertema “Transformasi Industri Proses Menuju Industri Berkelanjutan: Tantangan dan Peluang Lulusan Teknik Kimia di Sektor Pupuk dan Pertambangan”, Senin (21/9/2026), di Ruang Theater Lantai V Gedung TDC PNL.
Kuliah umum menghadirkan Aprianto, Komisaris PT Kimia Tambang Bersama, serta Ir. Abdullah, S.ST., M.T., Assistant Vice President Rendal Produksi Amurea PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebagai narasumber. Forum yang diikuti 120 mahasiswa tersebut dimoderatori Marlina, S.Ag., M.Ed.Work.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Menurutnya, perubahan lanskap industri harus dibaca sejak dini oleh perguruan tinggi, terutama pendidikan vokasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia melihat Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertambangan. Perkembangan tersebut, menurutnya, dapat membuka kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia dan program studi yang mampu menopang ekosistem industri pertambangan di masa mendatang.
“Aceh ke depan berpeluang menuju fase perkembangan industri seperti yang pernah dialami Kalimantan beberapa dekade sebelumnya. Karena itu, program studi yang mampu mendukung industri pertambangan akan semakin dibutuhkan,” ujarnya.
Direktur PNL menekankan bahwa mahasiswa Teknik Kimia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka harus adaptif, berani think out of the box, serta memiliki kemampuan membaca tanda-tanda perubahan industri.
Menurutnya, salah satu keunggulan mahasiswa PNL yang perlu terus dijaga adalah kedisiplinan dan karakter. Dua hal tersebut harus berjalan beriringan dengan kompetensi teknis, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta kesiapan menghadapi kultur kerja industri.
Ia juga menyinggung prospek industri pupuk yang tetap memiliki posisi penting karena berkaitan erat dengan berbagai sektor, terutama pertanian, perkebunan, pangan, dan mata rantai industri lainnya.
Di sisi lain, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi mengingatkan mahasiswa tentang aspek yang terkadang luput dipersiapkan sejak masa kuliah, yakni kesehatan. Dalam proses rekrutmen industri, kemampuan akademik dan kompetensi dapat membawa pelamar melewati berbagai tahapan seleksi, tetapi medical check-up (MCU) kerap menjadi salah satu penentu pada tahap akhir.
Karena itu, mahasiswa didorong membangun pola hidup sehat sejak dini sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia profesional.
Ketua Jurusan Teknik Kimia PNL, Dr. Ir. Irwan, M.T., mengatakan kuliah umum telah menjadi agenda rutin jurusan sebagai ruang untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan perkembangan nyata di dunia industri.
Menurutnya, proses industri memiliki keterkaitan sangat erat dengan disiplin Teknik Kimia. Kehadiran praktisi dari sektor pupuk dan pertambangan diharapkan memberi insight kepada mahasiswa mengenai perubahan proses industri, termasuk tuntutan terhadap keberlanjutan.
“Mahasiswa perlu mendapatkan gambaran secara utuh tentang apa yang dibutuhkan industri. Bukan hanya hard skill, tetapi juga soft skill dan safety. Ketika mereka lulus, mereka sudah memahami standar profesional yang akan dihadapi di dunia kerja,” katanya.
Irwan juga mengungkapkan bahwa Jurusan Teknik Kimia PNL ke depan merencanakan pembukaan Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat respons pendidikan vokasi terhadap transformasi industri yang semakin menempatkan efisiensi, keselamatan, teknologi, dan keberlanjutan sebagai satu kesatuan.
Sementara itu, Ketua Panitia Aida Safitri, S.Tr.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut diikuti 120 peserta dan dirancang untuk memperluas pengetahuan serta wawasan mahasiswa terhadap kondisi riil industri.
Menurut Aida, kuliah umum menjadi jembatan antara ilmu yang dipelajari mahasiswa selama perkuliahan dengan praktik dan dinamika yang sesungguhnya terjadi di industri, khususnya pada sektor pupuk dan pertambangan.
Rangkaian kegiatan turut dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) sebagai bagian dari penguatan implementasi kerja sama dan sinergi antara perguruan tinggi dengan mitra industri.
Turut hadir Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL Dr. (C) Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., para Ketua Jurusan di lingkungan PNL, Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL Dr. (C) Ir. Muhammad Hatta, S.ST., M.T., serta dosen dan tenaga kependidikan Jurusan Teknik Kimia.
Kuliah umum tersebut sekaligus menegaskan arah baru pendidikan Teknik Kimia: bahwa masa depan industri tidak hanya membutuhkan lulusan yang memahami proses dan teknologi, tetapi manusia yang mampu membaca perubahan, menjaga keselamatan, beradaptasi dengan teknologi, serta menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari cara berpikir profesional. {}



