MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Ratusan anjungan dan stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta turut memeriahkan rangkaian “Budaya Jelang Milad” peringatan Hari Ulang Tahun ke-800 Kerajaan Samudera Pasai dan Kabupaten Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil secara langsung turun ke lokasi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, untuk memantau kesiapan seluruh rangkaian kegiatan. Dalam peninjauan tersebut, Bupati memastikan tidak ada kendala teknis maupun non-teknis jelang pembukaan resmi.
“Kita ingin memastikan semua persiapan berjalan lancar. Ratusan stand ini adalah wajah Aceh Utara kepada tamu daerah dan nasional. Tidak boleh ada kendala,” ujar Bupati saat meninjau lokasi, Minggu (7/9/2026).
*Puncak HUT ke-800, Panitia Imbau Jaga Ketertiban dan Nilai Syariat Islam*
Rangkaian peringatan HUT ke-800 Samudera Pasai dan Kabupaten Aceh Utara resmi berlangsung 7 hingga 13 September 2026. Berbagai agenda telah disusun, mulai dari ziarah ke makam para leluhur, sidang paripurna istimewa di DPRK Aceh Utara, upacara pengibaran bendera, hingga gelaran hiburan dan budaya rakyat bertajuk *Piasan Pasai*.
Ketua Panitia HUT ke-800 Samudera Pasai dan Aceh Utara, *M. Jhoni, S.H.*, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang secara matang dengan mengedepankan nilai sejarah, budaya, dan keagamaan.
“Peringatan 800 tahun ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah media edukasi dan pewarisan nilai-nilai sejarah bagi generasi muda agar dapat meneladani kejayaan para endatu di masa lampau, terutama dalam hal keagamaan sebagai asal mula syiar Islam di Nusantara,” jelas M. Jhoni.
Ia menegaskan, momentum 800 tahun Samudera Pasai harus menjadi cermin untuk melangkah ke depan dengan membawa semangat keislaman dan kebangsaan.
“Kita berkaca dari sejarah 800 tahun yang lalu untuk melangkah jauh ke depan. Samudera Pasai adalah mercusuar peradaban Islam pertama di Nusantara dan itu harus kita jaga,” tambahnya.
*Imbauan Keamanan dan Penegakan Syariat*
Dalam kesempatan yang sama, M. Jhoni juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhidmatan selama pelaksanaan acara.
“Kami memohon dukungan semua pihak untuk menjaga ketertiban umum. Terutama dalam menegakkan nilai-nilai Syariat Islam, agar acara yang mulia ini tidak tercemar oleh hal-hal yang tercela,” imbaunya.
Panitia berharap peringatan HUT ke-800 ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Aceh Utara memiliki tanggung jawab besar sebagai pewaris peradaban Islam pertama di Asia Tenggara.
Acara puncak yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara ini terbuka untuk umum dan diperkirakan akan dihadiri ribuan masyarakat dari dalam maupun luar daerah. {}



