MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Safari Subuh Tadzkiratul Ummah (TU) Aceh kembali menebarkan cahaya ukhuwah dan semangat kebangkitan umat di Meunasah Hung, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (10/5/2026). Dalam suasana subuh yang teduh, lantunan zikir dan tausiyah mengalir lembut, menyentuh relung hati jamaah yang hadir dengan penuh kekhusyukan.
Dalam tausiyahnya, Walidi Lhoksukon menyampaikan bahwa sebuah bangsa akan bangkit ketika agama terus berjalan dan syiar Islam terus hidup di tengah masyarakat.
Menurut beliau, Safari Subuh bukanlah gerakan untuk kepentingan pribadi, melainkan ikhtiar bersama demi kesinambungan daerah, umat, dan bangsa.
“Kita senantiasa berdoa agar terus diberi kekuatan melakukan kebajikan,” tutur beliau dengan penuh keteduhan.
Walidi juga mengibaratkan kehidupan seperti sebuah perjalanan panjang di jalan raya. Kadang manusia merasa tenang ketika jalan lurus terbentang di depan mata, namun di waktu lain harus menghadapi lubang, tikungan tajam, dan berbagai hambatan. Setelah satu persoalan selesai dilewati, belum tentu perjalanan menjadi aman, sebab di depan masih ada tantangan lain yang menunggu.
Begitulah hakikat kehidupan. Masalah demi masalah akan selalu hadir sebagai bagian dari pembelajaran agar manusia terus bertumbuh, kuat, dan mampu melangkah bersama dalam kebersamaan dan keimanan.
Beliau menegaskan, hanya kematian yang membuat manusia berhenti dari urusan dunia. Namun setelah itu, masih ada pertanggungjawaban akhirat yang menanti. Karena itu, manusia memerlukan dua kekuatan utama dalam hidup: syukur dan sabar.
Dengan bahasa yang sederhana namun begitu menyentuh, Walidi menggambarkan syukur dan sabar ibarat dua sayap seekor burung. Jika satu sayap patah, maka burung tidak akan mampu terbang. Begitu pula kehidupan manusia, apabila syukur hilang atau sabar runtuh, maka perjalanan hidup akan kehilangan arah dan keseimbangannya.
Acara diawali dengan pembawa acara oleh Tgk. Irfan HD. Shalat Subuh dan zikir dipimpin langsung oleh Walidi Lhoksukon, didampingi Tgk. Zulkarnaini Ismail serta Dr. (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT (Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh yang juga Ketua Komunitas Pemuda Subuh Aceh Utara).
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan, kesan, dan jadwal Safari Subuh pekan berikutnya oleh Abati Samsul Sekjend TU Aceh yang juga menjabat Kepala KUA Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara.
Di bawah cahaya subuh yang perlahan menyingsing, Safari Subuh bukan sekadar pertemuan jamaah, tetapi menjadi ruang meneguhkan hati bahwa hidup akan selalu diuji. Dan di antara derasnya ujian itu, syukur dan sabar adalah dua sayap yang akan membawa manusia tetap terbang menuju ridha Allah. {}
MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA-Semangat kebersamaan dan syiar Islam kembali terasa hangat dalam kegiatan Safari Subuh…
MERDEKABICARA COM | BANDUNG - Kabar membanggakan kembali mengalun dari dunia pendidikan vokasi Indonesia. Politeknik…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali mencatatkan capaian strategis yang memperkuat reputasinya…
Penulis: M. Atar, ST., M.Si MerdekaBicara.com | Di tengah dinamika kebijakan publik di Aceh, peran…
MERDEKABICARA.COM | JAKARTA - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., kembali menunjukkan langkah konkret…
MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Mutmainnah, mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dari Jurusan Teknik Sipil…