Categories: Opini

Ketika Politik Memanas, Sekda Aceh Justru Jadi Penjaga Stabilitas Mualem

Penulis: M. Atar, ST., M.Si

MerdekaBicara.com | Di tengah dinamika kebijakan publik di Aceh, peran Sekretaris Daerah menjadi semakin krusial. Muhammad Nasir, S.IP., M.PA tampil sebagai figur administratif yang tidak sekadar menjalankan roda birokrasi, tetapi juga memastikan arah kebijakan tetap berada pada jalurnya.

Dalam konteks ini, ia berada di garis depan mengawal kebijakan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf—atau yang akrab disapa Mualem—terkait penataan ulang program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Kebijakan ini lahir dari kebutuhan mendasar: menghadirkan keadilan dalam distribusi layanan kesehatan. JKA tidak lagi diarahkan sebagai program yang menyapu semua lapisan tanpa seleksi, melainkan difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Prinsipnya sederhana, namun implementasinya kompleks—data harus akurat, verifikasi harus ketat, dan pembaruan harus berkelanjutan.

Di sinilah peran Muhammad Nasir menjadi sentral. Ia memastikan proses koreksi data berjalan presisi tanpa mengganggu pelayanan publik. Dalam masa transisi, Pemerintah Aceh juga menegaskan bahwa tidak ada masyarakat yang ditinggalkan. Pelayanan kesehatan tetap berjalan, menjadi bukti bahwa reformasi dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Namun, di tengah upaya penataan tersebut, riak politik justru menguat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) secara terbuka mengkritik kebijakan gubernur dengan bahasa yang memicu polemik. Kritik yang seharusnya disampaikan melalui jalur kelembagaan berubah menjadi konsumsi publik yang sarat emosi, bahkan disertai tudingan keras yang kurang mencerminkan etika komunikasi politik.

Situasi semakin kompleks dengan munculnya dugaan mobilisasi massa dan narasi yang berkembang, tidak hanya di pusat pemerintahan tetapi juga hingga ke daerah. Dinamika ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan kebijakan telah bergeser menjadi kontestasi kepentingan yang lebih luas.

Saat Sekda mengawal kebijakan Mualem, Ketua DPRA justru terlihat sibuk mempertahankan posisi politiknya.

Di sisi lain, sorotan terhadap internal DPRA juga mulai menguat. Isu pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir) bernilai ratusan miliar rupiah, serta kritik dari sesama anggota dewan, memperlihatkan adanya ketegangan yang tidak bisa diabaikan. Publik pun mulai menilai bahwa kegaduhan ini tidak sepenuhnya berdiri di atas kepentingan rakyat, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika internal kekuasaan.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran Muhammad Nasir menjadi penyeimbang yang penting. Ia tidak berada di ruang politik yang gaduh, tetapi justru menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan stabil. Mengawal kebijakan Mualem bukan sekadar tugas administratif, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa arah pembangunan tetap berpihak pada keadilan dan kepentingan rakyat.

Pada akhirnya, substansi dari penataan JKA adalah menghadirkan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Tantangannya bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan menjaga stabilitas di tengah tekanan politik.

Dan di titik inilah, keteguhan seorang Sekda diuji—menjaga arah, memastikan kebijakan tetap berjalan, serta menghindarkan pemerintahan dari kehilangan fokus utamanya: melayani rakyat.

M. Atar, ST., M.Si – Ketua Umum Badko HMI Aceh Periode 2021–2023

 

 

Recent Posts

Pemdes Leuhong Gelar Khanduri Blang, Sambut Musim Tanam Padi

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Desa Leuhong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, menggelar tradisi Khanduri…

2 jam ago

Ada Apa di Desa Tanjong Mesjid? Ini Kata Keuchik Yani

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Geuchik Gampong Tanjong Mesjid, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, M.…

2 jam ago

Dikukuhkan di Pendopo Gubernur Aceh, Pengurus PDGI Aceh Utara 2025–2030 Siap Mengabdi untuk Senyum Sehat Masyarakat

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH - Semangat baru mewarnai perjalanan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di…

1 hari ago

Pemuka Agama dan Guru Ngaji Cotdah Komitmen Tingkatkan Pendidikan Agama Anak Usia Dini

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Ratusan anak usia dini di Desa Cotdah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten…

1 hari ago

Pemdes Tanjong Mesjid Tuntaskan Pembagian BLT Dana Desa Tahun 2026

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Desa Tanjong Mesjid, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara resmi…

2 hari ago

Dongkrak Hasil Panen, Pemerintah Gampong Tanjong Mesjid Salurkan Benih Unggul untuk 62 KK Petani

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Gampong Tanjong Mesjid, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara menyalurkan…

2 hari ago