Categories: Sosmas

FAKSI Minta KPK Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa Skala Besar di Aceh Timur

MERDEKABICARA.COM | Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mendesak KPK mengusut dugaan penyimpangan dana desa dalam jumlah besar dan massif di Aceh Timur.

Dia meminta lembaga anti korupsi itu turun ke Aceh Timur untuk mengusut secara keseluruhan, jika ditemukan penggunaan dana desa yang tidak sesuai peruntukannya.

” Dana desa adalah modal utama pembangunan desa, jadi kalau diselewengkan, itu sama saja dengan menghancurkan sebuah desa beserta masyarakatnya, lalu bagaimana jika terjadi pada banyak desa dalam setahun, itu bisa menghancurkan suatu daerah, jadi kita minta KPK mengusut tanpa pandang bulu, secara keseluruhan, siapa tahu ada berbagai penyimpangan seperti itu di dalamnya, dan bila ditemukan, siapapun terlibat harus diproses hukum, ” kata Ronny, Jumat 28 Agustus 2020 melalui realeasenya..

Menurut Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu, hingga saat ini, masyarakat di perdesaan di Aceh Timur, masih banyak yang hidup sengsara di bawah garis kemiskinan, artinya jika terjadi penyimpangan dana desa, itu merupakan pengkhianatan besar terhadap suatu bangsa, khususnya rakyat miskin desa. Padahal pemerintah sangat memprioritaskan kemajuan pembangunan desa selama ini.

” Penyimpangan dana desa adalah pengkhianatan terhadap bangsa, pengkhianatan besar terhadap rakyat miskin desa yang lelah menantikan perubahan,” sebut Putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang itu.

Dia berharap, Pers dan masyarakat, lebih ketat lagi mengawasi penggunaan dana desa dan segera melaporkannya, jika ditemukan penyimpangan, terutama dalam jumlah besar.

” Pers dan elemen sipil lainnya harus lebih ketat lagi mengawasi dana desa, masyarakat jangan segan – segan melaporkan penyimpangannya, apalagi yang berbau perskongkolan jahat,” ujar Ronny.

Dia mengungkapkan, kemungkinan pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi mempertanyakan terkait penggunaan dana covid 19 dan dana desa, mendesak pihak terkait dan penegak hukum mengaudit dan mengusut penggunaan anggaran tersebut di seluruh Aceh Timur.

” Teman – teman dan masyarakat sudah siap, memang selama ini kami ulur, karena melihat perkembangan, dan menunggu waktu yang tepat untuk beraksi secara efektif dan efisien,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya. {}

Recent Posts

Pemko Lhokseumawe Salurkan Bantuan Stimulan untuk Perbaikan Rumah Korban Bencana

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana…

3 hari ago

Polres Lhokseumawe Bersama Kodim 0103/Aceh Utara Berhasil Ungkap Sindikat Curanmor

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) dan…

4 hari ago

Menurunkan Ego, Menaikkan Visi

MERDEKABICARA.COM | Pembangunan daerah tidak pernah lahir dari kebisingan. Ia tumbuh dalam ruang yang tenang,…

5 hari ago

Revitalisasi Tuntas, PAG Siap Operasikan Kembali Tangki LNG Arun

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - PT Perta Arun Gas (PAG) sebagai bagian dari PT Perusahaan Gas…

5 hari ago

Pemkot Lhokseumawe Luncurkan Mesin Pengolahan Sampah

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi meluncurkan Program Broh Jeut Keu Peng (sampah jadi…

6 hari ago

Polres Pidie Hentikan Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Wilayah Geumpang

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Dalam rangka menegakkan hukum serta menjaga kelestarian lingkungan hidup, Polres Pidie…

6 hari ago