MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA – Pemerintah Aceh terus mengoptmalkan potensi yang ada pada setiap daerah, salah satunya pada sektor pariwisata, pembangunan sektor pariwisata yang dipadukan dengan pengembangan usaha kreatif masyarakat ini sangat menjanjikan, banyak sekali daya tarik wisata yang dimiliki Aceh, baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, cagar budaya dan lainnya, sehingga taraf hidup ekonomi masyarakat akan meningkat serta mengurangi angka kemiskinan yang ada.
Aceh sendiri memiliki ratusan destinasi wisata, baik yang sudah populer namanya maupun yang masih belum digarap secara optimal, mungkin dunia pariwisata akan menjadi andalan baru bagi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) atau menjadi sebuah harapan baru sebagai sektor unggulan penyumbang ekonomi.
Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tarmizi yang akrab si sapa “Panyang” mengatakan, dengan adanya objek wisata yakni Pantai Wisata Rumah Nelayan di Gampong Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara diharapakan mampu mengurangi angka pengangguran yang ada dan dapat menyerap tenaga pekerja lokal, selain itu nuansa islaminya harus betul-betul menjadi perhatian bersama, Minggu (22/12).
Pada hari ini saya hadir di sini sebagai undangan, dan menurut saya suasana pantai di sini sudah sangat layak untuk di jadikan destinasi wisata dan sangat strategis sebagai lokasi wisata,” ujar Tarmizi Panyang ketika ditemui media di pantai Geulumpang Sulu Timu, Dewantara.
Menurutnya, keberadaan lokasi wisata rumah nelayan ini dapat diselesaikan dengan Anggaran Dana Desa (ADD), akan tetapi harus mendapat persetujuan bersama dan ini merupakan suatu program yang menjanjikan pada saat ini. Sebab, selain dapat meningkatkan penghasilan gampong, dapat mengurangi angka pengangguran khususnya di Gampong Geulumpang Sulu Timu dan umumnya di Dewantara Aceh Utara.
Tarmizi juga menambahkan, agar Pantai Wisata Rumah Nelayan harus sesuai dengan kearifan lokal serta Syariat Islam sehingga menjadi wisata Islami. “Contohnya apa yang telah dilakukan di Pangah, Bireuen, di sana peraturan di lokasi tersebut berjalan dengan sangat baik, sesuai peraturan yang telah di buat gampong,” terangnya.
“Saya menekankan kepada aparatur gampong supaya menyiapkan aturan atau qanun terkait tempat wisata ini, sehingga, nilai Islami dan kearifan lokal tetap terus terjaga dengan baik,” ujar Panyang.
Dirinya dan atas nama anggota DPR Aceh sangat mendukung penuh dengan kehadiran lokasi wisata Rumah Nelayan. Tetapi, semua harus Islami, jika azan berkumandang semua kegiatan harus dihentikan. Jangan sampai pantai wisata ini membawa laknat bagi kita dan gampong yang dapat merugikan kita semua,” demikian tegas Tarmizi yang sering di sapa Panyang. (Rif)
MerdekaBicara - Aceh Besar | Pengadilan Negeri (PN) Jantho resmi melantik tiga pejabat Panitera Muda…
MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. melaksanakan kunjungan…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang diukur dengan beton, aspal, dan angka-angka…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe bersama Dewan Kerajinan…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kegiatan Ramadhan…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H diisi para Perwira Perta Arun…