Categories: Sosmas

Sepi Penumpang, Driver Taksi Online Banting Setir jadi PSK Online

MERDEKABICARA.COM | KEDIRI – SW (34), perempuan yang biasanya bekerja sebagai driver taksi online asal Kecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, banting setir menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di media sosial. Dia berdalih karena penumpang sepi.

Perempuan lulusan SMA ini digerebek Satpol PP Kota Kediri saat bersama lelaki hidung belang di kamar kosnya di wilayah Lingkungan Grogol Jalan Dewi Sartika Kecamatan Pesantren, Rabu malam (29/5).

Dari kamar kos SW, petugas Satpol PP mengamankan sebuah ponsel, dua tablet Pil KB, dan 4 buah kondom. Saat ditanya petugas, perempuan lulusan SMA ini mengakui semua perbuatannya. Dalam setiap kali kencan satu jam, dia mematok harga Rp 350.000. Tarif itu termasuk biaya sewa kamar hotel, apabila pelanggannya menginginkan kencan di luar kamar kos.

Dalam sehari, SW mengaku hanya mampu melayani dua orang tamu. Pelayanan jasa seksual tersebut lebih sering dilakukan di kamar hotel, berpindah-pindah tempat.

“Soal tempat hotelnya di mana saya yang menentukan nantinya. Pembayarannya secara cash kopdar langsung pelayanan,” katanya.

SW menjajakan diri melalui grup di media sosial. Dalam setiap kali transaksi, sebelum berhubungan intim, SW selalu mengajukan syarat kepada pelanggannya untuk memakai alat kontrasepsi. Dia mengaku aktivitasnya ini baru dijalankan satu bulan sebelum puasa.

Sebelumnya dia bekerja sebagai driver taksi online, namun karena sepi dan sering tidak memenuhi target, akhirnya dia banting setir masuk dalam dunia prostitusi online.

“Belakangan ini sepi penumpang, saya jadi begini baru, sebelum puasa kemarin,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko ketika dikonfirmasi Liputan6.com menjelaskan, penggerebakan tempat kos ini dilakukan setelah pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat. Setelah mendapat pengaduan, pengintaian dilakukan oleh anggotanya selama dua hari.

“Berdasarkan pengaduan dari masyarakat bahwa di situ dibuat transaksi prostitusi. Kemudian kita ke sana, kita A1 kan ternyata betul ada. Ada satu pasangan bukan suami istri tidak bisa membuktikan dengan KTP,” tuturnya.

“Menurut pengamatan kami, ini sudah beberapa kali kita amati baik di hotel maupun di tempat kos. Nanti kita dalami ini ada kaitannya dengan prostitusi online atau bukan,” katanya.

Karena diindikasi diduga ada transaksi prostitusi online, Satpol PP Kota Kediri kemudian menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke Polres Kediri Kota.

 

Sumber : Liputan6.com

Recent Posts

68 Desa di Pemko Lhokseumawe Terendam, Status Tanggap Darurat Banjir Diberlakukan

MERDEKABICARA COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana akibat banjir yang…

3 hari ago

Kunjungan Kerja Kapolda Aceh Ke Polres Pidie

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M didampingi Ketua…

1 minggu ago

Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Bupati dan Wakil Bupati Cup II Tahun 2025 Aceh Utara Resmi Dimulai

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Diselenggarakan oleh Disporapar Aceh Utara, ajang tahunan ini melibatkan 27 klub…

1 minggu ago

Jurusan Teknik Mesin PNL Gelar Kuliah Umum K3L untuk Perkuat Budaya Keselamatan Mahasiswa

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe (JTM PNL) menggelar kuliah umum…

2 minggu ago

Siap Tempur di Piala Bupati Aceh Utara 2025, Dewantara FC Geber Latihan Intensif di Stadion PIM

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Tim sepak bola Dewantara FC tancap gas mematangkan persiapan jelang bergulirnya…

2 minggu ago

Luncurkan Program Unggulan Prabowo, Dapur Makanan Bergizi Gratis di Syamtalira Arun Resmi Dibuka

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo…

2 minggu ago