Categories: Sosmas

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Beralih ke Kapal Laut

MERDEKABICARA.COM | MEDAN – Mahalnya harga tiket pesawat domestik sejak sebelum puasa membuat pemudik yang biasa menggunakan transportasi udara beralih moda transportasi. Mereka beralih menggunakan kapal laut sebagai transportasi untuk kembali ke kampung halaman.

Kepala Cabang Pelni Medan M.Lutfi Israr Sutan mengatakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang mencapai 10 persen dibandingkan tahun arus mudik Lebaran 2018 lalu.

“Dibanding tahun lalu ada peningkatan karena dengan adanya kenaikan tiket pesawat. Tapi, tidak terlalu berarti peningkatan. Karena mulai Januari sebenarnya sudah mulai ada peningkatan. Jadi, untuk arus balik ada peningkatan 5 sampai 10 persen dari tahun lalu,” sebut Lutfi kepada wartawan di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Kamis 30 Mei 2019.

Pada hari ini, Kapal Motor (KM) Kelud mengangkut penumpang sebanyak ?3.600 orang dan pada Pada 28 Mei 2019, lalu ada 3.071 penumpang tiba di Pelabuhan Belawan. Dengan kapasitas Kapal sebanyak 2.607 penumpang.

Dengan jumlah over kapasitas itu, Lutfi menjelaskan KM Kelud mendapat rekomendasi dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dengan itu, Pelni tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“KM Kelud untuk dispensasi yang diberikan itu 3.860 penumpang. Sebelum diberikan terlebih dahulu diadakan uji petik dari Ditjen perhubungan laut dari tiap-tiap pelabuhan yang disinggahi KM Kelud. Baik itu dari segi kepermesinan dan alat-alat penolong sehingga untuk memberikan keamanan dan kenyamanan calon penumpang,” ujar Lutfi menjelaskan.

Ia mengaku ada keterlambatan kapal tiba. Hal itu, dikarenakan cuaca buruk. Namun, tidak mengganggu untuk melayani pelayaran pada arus mudik Lebaran ini. Selama arus mudik dan balik lebaran harga tiket tidak mengalami kenaikan. Harga tiket penumpang kelas ekonomi seharga Rp350 ribu, kelas 1 Rp450 ribu dan kelas 2 Rp400 ribu.

“Kalau keterlambatan itu kan faktor cuaca. Yang kemarin dan hari ini keterlambatan karena memang awal kedatangan yang tanggal 28 Mei itu saat keberangkatan dari Tanjung Priok ke Batam. Cuaca kurang bagus sehingga terjadi keterlambatan. Sehingga otomatis maka untuk kedatangan hari ini juga terjadi keterlambatan. Karena kapal tidak nginap di sini, tapi jalan terus,” tutur Lutfi.

 

Sumber  : Viva.co.id

Recent Posts

BRA Aceh Utara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor melalui Talk Show Peutrang Mata

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen perjuangan berkumpul…

21 jam ago

KKP Bantu Alat Berat Ekskavator, Percepat Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh Utara

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia secara resmi menyerahkan bantuan…

1 hari ago

Resmi Dilanjutkan! Pemkab Aceh Utara Minta Sportivitas di Bupati dan Wakil Bupati Cup II 2026

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Lanjutan Turnamen Sepak Bola Bupati dan Wakil Bupati Cup II Aceh…

4 hari ago

Kontrak PPPK Lhokseumawe Akan Diperpanjang Setelah Evaluasi 3 Bulan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe memutuskan untuk memperpanjang masa kerja Pegawai Pemerintah dengan…

1 minggu ago

DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Ada bantuan yang selesai ketika diserahkan, tetapi ada pula kepedulian…

1 minggu ago

Wujud Kepedulian, RPP Angkatan 56 Polda Aceh-Polres Pidie Gelar Baksos di Dayah Tgk Chik di Anjong

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - ‎Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan dunia pendidikan Islam, Angkatan 56…

1 minggu ago