Categories: PendidikanSosmas

Sosialisasi Minim, FSGI: Banyak Kepsek tak Paham Skema PPDB

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) memiliki peran penting untuk mengidentifikasi siswa yang hendak melanjutkan sekolah. Namun, hingga kini mayoritas MKKS belum tersosialisasi terkait skema baru tersebut.

“Ya betul sosialisasi minim. Jangankan di daerah lain, di Jakarta saja banyak kepala sekolah yang bingung. Saya sering mendapat pertanyaan dari kepala sekolah mengenai skema baru PPDB yang katanya harus mengidentifikasi siswa ini,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim saat dihubungi wartawan, Ahad (13/1).

Atas dasar itu, dia pun meyakini, masih banyak MKKS yang belum memiliki persiapan matang menjelang PPDB berbasis zonasi tahun ajaran 2019/2020 ini. Selain sering mendapat pertanyaan dan keluhan dari kepala sekolah, Satriwan mengaku kerap mendapat pertanyaan serupa dari orang tua siswa.

Menurut dia, orang tua siswa juga mayoritas tidak mengetahui tentang skema baru yang rencananya akan diterapkan dalam PPDB tahun ini. “Sosialisasi ini kan harusnya sejak tahun 2018 kan, sesuai janji Kemendikbud. Tapi ini masih belum, kalau misal disosialisasikan Februari saya khawatir banyak yang tidak paham. Indonesia kan luas, bagaimana mereka yang di daerah?” jelas Satriwan.

Hingga kini, Permendikbud tentang PPDB berbasis zonasi tahun ajaran 2019/2020 masih diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM. Kendati demikian, menurut Satriaan, alangkah baiknya pemerintah pusat melakukan sosialisasi awal terlebih dahulu.

Tujuannya, orang tua dan sekolah bisa mulai mempersiapkan dan mengarahkan anak didiknya yang ingin melanjutkan sekolah. Untuk itu dia mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dinas Pendidikan di masing-masing daerah dan pihak lain yang terkait untuk bisa proaktif melakukan sosialisasi kepada sekolah dan orang tua siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan mengubah skema proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun 2019 mendatang. Nantinya proses PPDB seperti tahun sebelum-sebelumnya akan dihapus dan diganti menjadi perekrutan siswa berdasar pada zonasi.

“Sistemnya diubah jadi tidak ada PPBD menjelang tahun ajaran baru yang banyak masalah itu. Diubah skemanya menjadi berdasar pada zonasi dan calon siswa akan diidentifikasi dari sekarang,” kata Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan, nantinya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) berperan untuk menentukan kapasitas di tiap-tiap zona. Untuk itu dia meminta, agar MKKS segera mengindentifikasi siswa yang akan masuk di jenjang berikutnya pada suatu zona.

 

Sumber : Republika.co.id

Recent Posts

68 Desa di Pemko Lhokseumawe Terendam, Status Tanggap Darurat Banjir Diberlakukan

MERDEKABICARA COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana akibat banjir yang…

3 hari ago

Kunjungan Kerja Kapolda Aceh Ke Polres Pidie

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M didampingi Ketua…

1 minggu ago

Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Bupati dan Wakil Bupati Cup II Tahun 2025 Aceh Utara Resmi Dimulai

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Diselenggarakan oleh Disporapar Aceh Utara, ajang tahunan ini melibatkan 27 klub…

1 minggu ago

Jurusan Teknik Mesin PNL Gelar Kuliah Umum K3L untuk Perkuat Budaya Keselamatan Mahasiswa

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe (JTM PNL) menggelar kuliah umum…

2 minggu ago

Siap Tempur di Piala Bupati Aceh Utara 2025, Dewantara FC Geber Latihan Intensif di Stadion PIM

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Tim sepak bola Dewantara FC tancap gas mematangkan persiapan jelang bergulirnya…

2 minggu ago

Luncurkan Program Unggulan Prabowo, Dapur Makanan Bergizi Gratis di Syamtalira Arun Resmi Dibuka

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo…

2 minggu ago