Home / Sosmas / Petani Kebun Gp.Alue Gading Butuh Jembatan Yang Layak
Masyarakat yang hendak keladang terpaksa turun dari kendaraannya saat melewati jembatan gantung yang rusak tergerus air Sungai

Petani Kebun Gp.Alue Gading Butuh Jembatan Yang Layak

Aceh Timur | MERDEKABICARA.COM – Masyarakat Gp.Alue Gading Kec.Birem Bayeun Kab.Aceh Timur mengharapkan kepada Pemerintah melalui instansi terkaitnya yang ada di Kabupaten tersebut untuk dapat mengabulkan harapan dan keinginan mereka memiliki jembatan yang layak bukan jembatan gantung seperti yang ada saat sekarang ini.

Dalam konfirmasinya Senin (27/11) masyarakat gampong setempat, “Muhammad (52) yang sehari-hari bergantung hidup dari hasil kebun miliknya kepada media ini menuturkan, jembatan yang ada sekarang sudah tidak layak lagi dipergunakan oleh masyarakat terutama masyarakat yang memiliki Ladang di seberang sungai.

Pasalnya, sambung dia lagi, lantai yang ada di jembatan gantung tersebut berikut besi penyanggah untuk ikatan seling baja yang akan berfungsi sebagai tali penahan lantai jembatan, kini sudah terlihat ambruk akibat kondisi tanah yang labil dan tergerus air sungai.

Dijelaskannya lagi, Jembatan gantung yang menghubungkan antar desa dan dua dusun dikawasan itu yakni dusun Pakam dengan Dusun Kumbang, dan juga sebagai akses penghubung antar desa yaitu Alur Gading dengan Alur Gadeng Kampung, kata dia, itu merupakan bangunan tahun 2012 yang dikerjakan secara swadaya masyarakat.

Jadi wajar kalau saat ini pemerintah Kab. Aceh Timur khususnya, dan Propinsi Aceh pada umumnya, mau sedikit saja menaruh perhatian, artinya pemerintah siap membangun kembali sarana prasarana jembatan yang layak agar masyarakat di daerah jauh terpencil dari Kabupaten seperti Gp.Alur Gading dan juga desa yang ada disekitarnya, mereka dapat juga sama-sama merasakan adanya pemerataan pembangunan dari Pemerintah, ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, kalau tidak segera dibangun jembatan permanen oleh Pemerintah, maka menurut perkiraannya dalam waktu empat atau enam bulan kedepan, jembatan sebagai sarana penghubung satu-satunya  diwilayah itu, akan terputus, akibat dari hal tersebut, maka tidak mustahil aktifitas masyarakat para petani kebunpun akan ikut terhenti, imbuhnya dengan rawut wajah sedikit khawatir.

Sementara itu geuchik Gp.Alur Gading Mukhsin saat dikonfirmasi kepada Wartawan mengatakan, Jembatan merupakan sarana terpenting di desa Alur Gading yang akan berfungsi sebagai akses penghubung antar dusun maupun juga desa dikawasan itu.

Dijelaskannya, lahan perkebunan milik masyarakat didaerah tersebut manyoritas berada disebelah barat yaitu diseberang sungai,

Konsisi seperti itu, kata Mukhsin lagi, akan membuat para petani sangat kewalahan pada saat mereka ingin mengeluarkan hasil kebunnya diwaktu musim panen tiba.

Terkait kenyataan tersebut, dirinya berharap sangat dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar dapat mengabulkan harapan dan keinginan masyarakat khususnya para petani kebun yang ada di Gp.Alur Gading tersebut, ungkap Mukhsin dengan nada penuh harap.

 

PENULIS  : BAIHAQI

EDITOR   : ARIF ZAKARIA

Komentar

Baca juga

Milad GAM Ke 41 : Segala Butir Perjanjian MOU Helsinki Harus Dilaksanakan

Lhokseumawe | MERDEKABICARA.COM – Memperingati Milad GAM yang ke 41, Jajaran KPA/PA Wilayah Kuta Pase …