• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, September 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Peristiwa

Singgung Dugaan Kekerasan, Ketua Komisi VI DPRA Minta Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Diusut

28 September 2026
Reading Time: 2 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nazaruddin atau Tgk Agam, meminta aparat penegak hukum mengungkap secara menyeluruh kasus meninggalnya Muhammad Rasya Fadilah (19), mahasiswa baru Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh Besar.

Permintaan tersebut disampaikan Tgk Agam saat mendatangi keluarga Rasya di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026). Rasya diketahui merupakan warga Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Menurut Tgk Agam, proses penyelidikan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab meninggalnya Rasya serta mengetahui rangkaian kejadian yang dialami mahasiswa tersebut sebelum mendapat perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.

Ia meminta aparat tidak hanya memastikan penyebab medis kematian, tetapi juga menelusuri setiap informasi yang berkaitan dengan kondisi Rasya selama menjalani pendidikan sebagai mahasiswa baru di Poltekpel Malahayati.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk Agam juga menyampaikan pengalaman yang menurut pengakuan anaknya pernah terjadi selama menjalani pendidikan di kampus yang sama. Ia menyebut anaknya pernah mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan seorang senior berinisial A.

Tgk Agam mengatakan persoalan yang dialami anaknya itu sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Poltekpel Malahayati. Namun, berdasarkan cerita yang diterimanya dari sang anak, tindakan tersebut disebut kembali terjadi.

“Sebelum kejadian yang menimpa Muhammad Rasya Fadilah, anak saya juga pernah dipukul oleh seniornya. Anak saya mengatakan, ‘Ayah, saya dipukul, saya tidak sanggup lagi,’” kata Tgk Agam.

Ia juga menyampaikan bahwa anaknya mengaku mengalami pemukulan sekitar 16 kali, termasuk pada bagian rusuk dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Pernyataan tersebut merupakan keterangan yang disampaikan Tgk Agam dan masih memerlukan pendalaman serta verifikasi dari pihak terkait.

Terkait kasus Rasya, Tgk Agam menilai lingkungan pendidikan semestinya menjadi tempat pembinaan mahasiswa. Karena itu, ia meminta seluruh informasi mengenai kejadian yang dialami Rasya diperiksa berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

“Kami meminta pihak berwajib agar kasus yang menimpa Muhammad Rasya Fadilah dan anak saya diusut tuntas serta diproses sesuai hukum. Anak kami diantar ke sana untuk dididik, bukan untuk dipukul,” ujarnya.

Ia berharap proses penanganan perkara tidak hanya memberikan kepastian mengenai kasus yang menimpa Rasya, tetapi juga memastikan adanya perlindungan bagi mahasiswa selama mengikuti proses pendidikan di Poltekpel Malahayati.

Sementara itu, kasus meninggalnya Muhammad Rasya Fadilah masih dalam penanganan dan penyelidikan kepolisian. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian serta hubungan antara berbagai informasi yang beredar dengan kondisi Rasya sebelum meninggal masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Poltekpel Malahayati sendiri merupakan perguruan tinggi vokasi bidang pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan yang berlokasi di Kabupaten Aceh Besar. Situs resmi kampus mencatat perguruan tinggi tersebut menerima taruna untuk sejumlah program studi bidang pelayaran pada tahun akademik 2026/2027. {}

Tags: DPRA AcehPembunuhanPoltekpel Malahayati
SendShareTweet

Rekomendasi

RS Meuraxa Banda Aceh Swab Massal Petugas Medis

6 tahun ago

Rakor Karang Taruna Se-Aceh, Muslim Syamsuddin Jadi Pemateri

7 tahun ago

Trending

  • PNL Gemilang di Panggung Nasional, 6 Finalis Sapu Bersih Juara KMIPN VIII 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus MAA Aceh Utara “Bu Dini” Dianugerahi Tokoh Seni dan Budaya Aceh Utara 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemuda Kompas Aceh Utara Go Internasional! Muhammad Refi, Berkiprah di Changemaker Youth Leadership Camp 2026 Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Robot Cakra Donya PNL Juara 1 Elektro Expo Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNL dan PT Perta Arun Gas Perpanjang MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In