• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Sosmas

Wali Kota Lhokseumawe Targetkan Gas Tangkulo Dongkrak Ekonomi

22 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kontribusi Ekonomi dan Sosial Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan yang berlangsung di Aula Setdako Lhokseumawe, Kamis (21/5/2026). Dalam forum tersebut, Wali Kota juga hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pandangan strategis terkait arah pengembangan proyek agar mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi daerah.

FGD ini menghadirkan tim dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang terdiri atas Muhammad Sowwam, Wahyu Wibowo, Malinda Damayanti, Naufal Zaki A., Sri Murdilah Fournawati, dan Raisa Tahfata Nada. Kajian tersebut dilakukan untuk menghitung serta memperkirakan kontribusi ekonomi dan sosial dari Proyek Gas Tangkulo Andaman Selatan yang dikembangkan oleh Mubadala Energy sebagai bagian dari upaya melihat potensi manfaat proyek terhadap pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Sayuti menyoroti pola pengembangan yang mengarah pada skema Onshore Receiving Facility (ORF). Menurutnya, penggunaan istilah tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi bahwa proses pengolahan utama dilakukan di wilayah darat.
Wali Kota menjelaskan bahwa pada skema tersebut, aktivitas di daratan pada dasarnya hanya berupa penerimaan gas kering yang dikirim dari fasilitas lepas pantai untuk kemudian langsung disalurkan kepada pengguna akhir. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuat dampak ekonomi, kebutuhan tenaga kerja, serta aktivitas industri yang tumbuh di daerah menjadi tidak optimal.

Wali Kota Sayuti juga menyampaikan bahwa kajian yang dilakukan melalui forum FGD diharapkan tidak hanya menjadi bahan konfirmasi atau validasi terhadap pola pengembangan yang dipilih operator maupun regulator, tetapi mampu memberikan gambaran objektif mengenai pilihan yang paling besar menghadirkan nilai tambah bagi Aceh dan Kota Lhokseumawe. Menurutnya, apabila pola pengembangan yang dipilih tidak mampu menciptakan aktivitas industri yang kuat di kawasan darat, maka keberadaan kawasan strategis seperti KEK Arun juga berisiko tidak memperoleh daya ungkit ekonomi sebagaimana tujuan awal pembentukannya.

“Kami sangat berterima kasih, menyambut baik, dan mengapresiasi pelaksanaan kajian ini. Namun harapan kami, hasil FGD benar-benar menjadi dasar untuk menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi daerah, bukan hanya menguatkan pilihan pola pengembangan yang dampaknya terbatas di daratan. Kami berharap potensi besar Gas Tangkulo dapat membuka ruang tumbuh industri, memperluas lapangan kerja, serta menghidupkan kawasan strategis seperti KEK Arun. Kami mencintai republik ini dan berharap pembangunan nasional juga benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat Aceh dan Kota Lhokseumawe,” ujar Wali Kota Sayuti.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap pengembangan Proyek Gas Tangkulo ke depan dapat mendorong pemanfaatan fasilitas eks Kilang Arun, meningkatkan investasi, memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal, serta menumbuhkan industri pendukung sehingga Lhokseumawe kembali mengambil peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industri energi di Aceh. {}

Tags: FGDPemko Lhokseumawe
SendShareTweet
Next Post

Polres Pidie Cek Rute Alternatif Penutupan Jembatan Krueng Teupin Raya

Rekomendasi

Ini Pesan Kapolres Pidie Saat Subuh Keliling di Mesjid Al-Ihsan Grong- Grong

1 tahun ago

Sekda Kota Lhokseumawe Buka Road Show Pasar Tani Tahun 2022

4 tahun ago

Trending

  • Di Hadapan Masyarakat Tanah Luas, Pak Tam Keluhkan Masalah Honor Konten Bupati Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMAN 1 Peusangan Selatan Perkuat Budaya Mutu, Inovasi Kartu Literasi Diapresiasi BPMP Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahlil Siap Nakhodai HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Geliat Petani Desa Ceubrek Tanah Luas Hidupkan Kembali Lahan Sawah Terbengkalai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abi Ibnu Abbas Urai Jalan Menuju Surga dalam Safari Subuh TU Aceh di Seunuddon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In