MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara kembali menggelar kegiatan Safari Subuh yang berlangsung khidmat di Masjid Haji Muhammad Hanafiah, Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, penguatan iman, serta syiar dakwah yang terus tumbuh di tengah masyarakat Aceh Utara.
Ketua Kompas Aceh Utara, Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT. menyampaikan bahwa Safari Subuh merupakan gerakan membangunkan kesadaran umat agar kembali memakmurkan masjid, mempererat persaudaraan, serta menanamkan semangat hidup yang berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, Safari Subuh bukan sekadar agenda rutin, melainkan jalan sunyi untuk merawat hati di waktu fajar, saat langit masih bening dan doa-doa lebih mudah mengetuk pintu rahmat. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus hadir sebagai pelopor kebangkitan spiritual, penjaga persatuan, dan penggerak kebaikan di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Waled Zamzami memusatkan pembahasan pada makna dan urgensi takwa dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, takwa sering kali mudah didefinisikan, namun sangat berat untuk diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa takwa bukan sekadar ucapan atau simbol keagamaan, melainkan kesadaran penuh untuk selalu merasa diawasi Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Orang yang bertakwa akan menjaga lisan, hati, pandangan, rezeki, dan langkah hidupnya agar tetap berada di jalan yang diridhai.
“Taqwa adalah kunci hidup. Siapa yang menjaga takwa, maka Allah akan membukakan jalan keluar dari setiap kesulitan, melapangkan rezeki, menenangkan hati, dan memuliakan derajatnya,” ujar Waled Zamzami di hadapan jamaah.
Waled Zamzami juga mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan pada jabatan, keturunan, harta, ataupun rupa, tetapi pada tingkat ketakwaannya. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, dan menebarkan manfaat kepada sesama.
Menurutnya, masyarakat yang dibangun di atas fondasi takwa akan melahirkan kejujuran, persatuan, kasih sayang, serta kepedulian sosial. Sebaliknya, ketika takwa melemah, maka lahirlah berbagai kerusakan moral dan perpecahan.
Rangkaian Safari Subuh ditutup dengan zikir dan doa yang dipandu oleh Tgk. Zulkarnaini Ismail. Suasana haru dan teduh menyelimuti jamaah yang larut dalam munajat, berharap keberkahan bagi keluarga, daerah, dan umat.
Kegiatan ini menegaskan bahwa dari masjid, peradaban dibangun; dari subuh, semangat diperbarui; dan dari kebersamaan, Aceh Utara menyalakan cahaya persaudaraan. {}



