• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home Sosmas

Wakaf Panel Surya Pasok Kebutuhan Listrik Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

6 Oktober 2026
Reading Time: 3 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | ACEH TAMIANG – Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara resmi menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya kepada Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa 6 September 2026

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 Wp ini hadir sebagai solusi energi bersih sekaligus memperkuat keandalan akses listrik di kawasan yang tergolong rawan dan terdampak bencana alam.

Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya wilayah pelosok seperti Kecamatan Bandar Pusaka, kerap dihadapkan pada ancaman bencana alam tahunan seperti banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada terputusnya jaringan listrik utama. Ketika bencana melanda, masjid tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat evakuasi, posko pengungsian, serta pusat penyaluran bantuan warga.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Abu Rokhmad, http://M.Ag., menegaskan pentingnya inisiatif ini.

“Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini adalah bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata. Kementerian Agama terus berupaya mendorong lahirnya masjid-masjid ramah lingkungan yang mandiri energi, tangguh bencana, dan memberi kemaslahatan yang luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), terdapat 710.441 masjid dan mushala yang terdaftar secara nasional. Kementerian Agama menargetkan 44% masjid dan 28% mushala di antaranya dapat bertransformasi menjadi eco-masjid yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan secara berkelanjutan.

“Masjid juga dapat dikelola sebagai simpul adaptasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, terputusnya pasokan listrik saat darurat bencana kerap mengisolasi warga dan menghambat aktivitas kemanusiaan. Selain memperkuat ketahanan bencana, sistem panel surya ini diprediksi mampu menghasilkan kemandirian energi hingga 532 kWh per bulan, memangkas beban biaya operasional listrik masjid hingga Rp768.000 per bulan, serta berkontribusi mengurangi emisi karbon sebesar 478 kg.

Program ini terwujud atas sinergi Konsorsium NUUR+ yang terdiri dari berbagai lembaga dengan visi sama dalam mendorong kemandirian energi rumah ibadah, yaitu Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman. Pendanaan program bersumber dari donasi yang dihimpun oleh karyawan Bank Indonesia, dengan Enter Nusantara bertindak sebagai mitra pelaksana yang mengawal proses instalasi hingga edukasi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang menyampaikan, Bank Indonesia turut mengambil bagian dalam mendorong pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.

“Salah satu bagian yang kami dorong adalah penguatan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui optimalisasi potensi wakaf. Wakaf panel surya yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi umat, menciptakan efisiensi, memperluas manfaat sosial, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dewan Pembina MOSAIC sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), M. Ali Yusuf, turut menguraikan potensi besar di balik gerakan ini.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa potensi wakaf itu sangat luas. Lewat kerja sama dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra, wakaf kini tidak hanya berdampak pada kemaslahatan umat dan kemakmuran masjid, tapi juga punya peran besar dalam menjaga kelestarian bumi (hablum minal ‘alam),” paparnya.

“Semoga sinergi ini menginspirasi lebih banyak pihak bahwa menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi umat bisa kita lakukan secara bersamaan melalui wakaf,” tambahnya.

Guna memastikan keberlanjutan dan keandalan sistem dalam jangka panjang, telah diselenggarakan pelatihan teknis bagi pemuda dan warga lokal Kampung Babo. Pelatihan ini membekali warga dengan pengetahuan dasar pemeliharaan harian, pembersihan panel, hingga penanganan kendala teknis ringan agar masyarakat dapat merawat fasilitas solar panel secara mandiri.

Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili warga.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan solar panel ini. Wilayah kami seringkali terkendala listrik padam saat terjadi banjir. Adanya pasokan listrik mandiri di masjid ini tidak hanya membantu penerangan ibadah, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga. Terlebih dengan adanya pelatihan pemeliharaan untuk warga, kami optimistis fasilitas ini dapat kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk jangka panjang,” ucapnya.

Efisiensi biaya listrik bulanan yang berhasil dihemat selanjutnya akan dialokasikan untuk kegiatan pemakmuran masjid serta pemberdayaan jamaah. Melalui inisiatif ini, Masjid Nurul Iman diharapkan menjadi role model “Masjid Hijau” yang mandiri energi, tangguh bencana, dan menginspirasi perluasan gerakan wakaf energi terbarukan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Setelah Aceh Tamiang, Konsorsium NUUR+ menargetkan perluasan manfaat wakaf energi terbarukan ke sejumlah masjid di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi komunitas dan lembaga keagamaan mampu menjadi tumpuan penting percepatan energi bersih di tanah air, sekaligus berkontribusi hingga 1 GW dari target nasional sebesar 100 GW.{}

Tags: Bank IndonesiaBantuanKemenag RIKonsorsium NUUR+Panel Surya
SendShareTweet

Rekomendasi

Bersumber dari DAK, SMKN 6 Tebo Bangun Gedung RPS dan TBSM, Pekerjaan Capai 50 Persen

6 tahun ago
Ilustrasi

Manipulasi Label Halal, LPPOM MUI: Ini Mengkhawatirkan

8 tahun ago

Trending

  • PNL Gemilang di Panggung Nasional, 6 Finalis Sapu Bersih Juara KMIPN VIII 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus MAA Aceh Utara “Bu Dini” Dianugerahi Tokoh Seni dan Budaya Aceh Utara 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNL dan PT Perta Arun Gas Perpanjang MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Bumi Flora Tempuh Jalur Hukum Usai Kantor Manajemen Dibakar Dalam Demo Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah Strategis Distan Aceh Utara Ubah Perempuan Tani Jadi Pengusaha Tangguh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In