Categories: Nasional

Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara Desak Percepatan Rehabilitasi 20 Ribu Hektare Sawah Rusak Pascabanjir 2025

MerdekaBicara.com | Aceh Utara – Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara, Muhammad Romi atau yang akrab disapa Keuchik Romi, mendesak pemerintah pusat dan daerah mempercepat rehabilitasi sekitar 20 ribu hektare sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Menurutnya, keterlambatan pemulihan lahan pertanian berpotensi mengganggu produksi beras, mengancam ketahanan pangan, sekaligus memperlambat pemulihan ekonomi ribuan keluarga petani.

“Sawah sumber utama produksi beras. Jika sawah yang rusak akibat bencana tidak segera diperbaiki, produksi padi akan menurun sehingga berpotensi mengganggu pasokan beras dan memicu kenaikan harga pangan” kata Keuchik Romi kepada MerdekaBicara, Sabtu (18/7/2026).

Selain itu, memperbaiki lahan yang rusak dinilai sangat penting demi untuk memulihkan pendapatan keluarga petani.

Keuchik Romi memaparkan, rehabilitasi sawah dan sarana saluran air, juga penting sebagai upaya mendukung program swasembada pangan. “Rehabilitasi sawah menjadi langkah strategis karena lebih cepat dan lebih murah dibandingkan membuka lahan sawah baru.” urai Keuchik Romi.

Ia menilai, rehabilitasi areal pertanian akan mendorong perbaikan perekonomian Aceh Utara
“Ketika sawah kembali produktif, aktivitas ekonomi ikut bergerak, mulai dari penjualan benih, pupuk, jasa pengolahan lahan, hingga perdagangan hasil panen.Jadi ada putaran ekonomi yang saling bertautan disitu,” tambah Keuchik Romi.

Secara keseluruhan, luas sawah yang terdampak di Aceh Utara diperkirakan sekitar 20.000 hektare, dengan ribuan hektare di antaranya mengalami puso (gagal panen) akibat banjir besar yang terjadi pada November–Desember 2025. Selain tanaman padi, banyak jaringan irigasi, pematang sawah, dan jalan usaha tani juga mengalami kerusakan sehingga menghambat proses tanam berikutnya.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pertanian, serta laporan pascabanjir 2025, areal persawahan yang mengalami kerusakan dan puso tersebar di sejumlah kecamatan sentra produksi padi, seperti Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu,Lhoksukon,Tanah Luas, Cot Girek , Baktiya, Baktiya Barat, Syamtalira Aron,Nibong, Samudera, Tanah Pasir, Seunuddon, Sawang, Muara Batu Simpang Keuramat dan beberapa kecamatan lain.

Hingga pertengahan 2026, rehabilitasi sawah yang telah selesai mencapai 1.093 hektare di Kabupaten Aceh Utara. Program ini merupakan tahap pertama yang didanai oleh Kementerian Pertanian. (*)

 

 

Recent Posts

Pemkab Aceh Utara Jaga Harga Gabah dan Pacu Produktivitas Petani

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian…

15 jam ago

DPRA Desak Aparat Hentikan Tindakan Represif dalam Pengibaran Bendera di Aceh

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH -Ketua DPRA Zulfadhli melalui ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh…

2 hari ago

PNL dan Disnakermobduk Aceh Perkuat Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Industri melalui Coaching Clinic Pemagangan Nasional

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang…

2 hari ago

UPZIS Politeknik Negeri Lhokseumawe Salurkan Rp137 Juta Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswa

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Kepedulian sosial bukan sekadar tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa jauh…

3 hari ago

Gema Nasyid dan Santunan Yatim Meriahkan Maulid Nabi di SMAN 1 Matangkuli

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Lantunan nasyid menggema di lingkungan SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh…

3 hari ago

Pemkab Aceh Utara Ingatkan Warga Tak Tertipu Modus Catut Nama Bupati

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk…

4 hari ago