Categories: Pertanian

Jeritan Petani Cot Girek: Sawah Mengering, Ratusan Hektar Terancam Gagal Panen

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Harapan petani di beberapa desa di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, untuk memulai musim tanam tahun ini tampaknya mulai memudar. Lebih dari 150 hektar sawah kini mengalami kekeringan akibat tidak adanya pasokan air.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Rabu (08/07/2026), krisis air melanda persawahan di Desa Alue Drien, Seuneubok Baro, U Baro, dan Ceumpeudak. Sementara informasi yang diterima, kondisi ini juga melanda Desa Matang Teungoh, Pucok Alue, dan Batu 12.

Hamparan sawah yang biasanya menjadi tumpuan penghidupan masyarakat kini tampak gersang, tanpa genangan air yang dibutuhkan untuk proses penanaman padi. Sebagian besar petani bahkan sudah menaburkan bibit-bibit padi mereka, dan rata-rata usia bibit sudah memasuki 30 hari.

Seperti di Desa Alue Drien, Seuneubok Baro, U Baro, dan Ceumpeudak, bibit-bibit padi yang telah dipersiapkan kini justeru terancam gagal tanam. Namun, salah seorang petani, Muslem, sempat memulai proses penanaman, tetapi terpaksa menghentikannya karena sawah terus mengering.

“Padi-padi ini belum lama saya tanam saat kondisi air masih ada ketika itu, namun kini terhenti karena kondisi sawah mengering. Sawah kami di sini tadah hujan, hanya mengandalkan air hujan untuk dapat turun ke sawah,” ujar Muslem, didampingi Geuchik Ceumpeudak, Abdul Jabar, dan Geuchik U Baro, Kahar Muzakar, ST.

Sementara itu menurut Geuchik Desa Seuneubok Baro, Jon Junaidi, tanpa adanya hujan maupun sumber irigasi alternatif, bibit-bibit tersebut terancam tidak dapat dipindahkan ke lahan tanam dan berisiko rusak apabila kondisi kering terus berlangsung.

“Selama ini, para petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah mereka karena belum tersedianya jaringan irigasi. Jika dalam waktu dekat hujan tidak turun, para petani dikhawatirkan mengalami gagal tanam yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi,” ujar Jon Junaidi.

Para petani berharap pemerintah segera menghadirkan solusi, baik melalui penyediaan sumber air maupun pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap air hujan.

“Tentu kita terus berharap adanya solusi nyata dari Pemerintah. Apalagi sekarang ini Pemerintah terus berupaya meningkatkan swasembada pangan maupun swasembada beras. Namun jika kondisi sawah kami seperti ini bagaimana untuk mencapai program tersebut,” demikian imbuh Jon Junaidi.

Di tengah hamparan sawah yang mulai mengering, para petani kini hanya bisa berharap langit kembali menurunkan hujan. Sebab, bagi mereka, setiap tetes air bukan hanya menghidupkan tanaman padi, tetapi juga menjadi penentu keberlangsungan mata pencaharian dan harapan keluarga mereka. {}

Recent Posts

Riau dan Papua Sudah Punya Model, Aceh Kapan Punya Strategi Kepemilikan SDA?

OPINI : Muklis Azhar Merdekabicara.com| Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Migas, emas…

2 hari ago

Lantik 47 Keuchik Terpilih dan 1 Keuchik PAW, Wali Kota Instruksikan Perangi Narkoba dan Judi Online

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melantik dan mengambil…

2 hari ago

Dukung Kebersihan Kota, PT PIM Serahkan Truk Sampah ke Pemko Lhokseumawe

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali melanjutkan kontribusinya dalam mendukung peningkatan…

2 hari ago

Kemenkes dan Dinkes Aceh Utara Edukasi Bahaya TBC di Cibrek Tanah Luas

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara memberikan…

3 hari ago

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat ekosistem kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa…

3 hari ago

Wakaf Panel Surya Pasok Kebutuhan Listrik Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

MERDEKABICARA.COM | ACEH TAMIANG - Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara…

4 hari ago