Categories: News

Aceh Utara Terima Anggaran Pascabanjir Rp140 Miliar untuk Tanggul dan Irigasi

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp140 miliar dari Transfer Keuangan Daerah (TKD) Aceh untuk perbaikan tanggul dan jaringan irigasi yang rusak akibat banjir hidrometeorologi pada 26 November 2026 lalu.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayah Wa mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk penanganan seluruh infrastruktur tanggul dan irigasi yang rusak akibat banjir di 27 kecamatan.

“Aceh Utara mendapat Rp140 miliar dari TKD Aceh untuk perbaikan tanggul dan irigasi yang rusak. Sisanya nanti akan dianggarkan oleh balai,” kata Ayahwa kepada awak media, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I agar proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan dan proses tender berjalan lancar. Tim teknis dari Dinas PUPR Aceh Utara juga telah melakukan verifikasi lapangan terhadap titik-titik kerusakan.

Ia menyebutkan, untuk pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi sudah memasuki tahap proses tender. Pihaknya berharap proses tersebut berjalan lancar sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai pada Juni 2026.

“Kerusakan tanggul dan irigasi berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Tanah Pasir, Langkahan, dan Pirak Timu,” katanya.

Selain mengganggu distribusi air ke area persawahan seluas kurang lebih 12.000 hektare, kerusakan tersebut juga meningkatkan risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani. Musim tanam padi yang tertunda dikhawatirkan akan berdampak pada produksi pangan daerah.

Dinas PUPR Aceh Utara merinci, anggaran Rp140 miliar itu akan dialokasikan untuk perbaikan 18 titik tanggul kritis sepanjang 22 km dan rehabilitasi 34 jaringan irigasi tersier serta sekunder. Skala prioritas diberikan pada infrastruktur yang menopang kawasan lumbung padi dan permukiman padat penduduk.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan balai wilayah sungai agar seluruh infrastruktur yang terdampak dapat dipulihkan secara menyeluruh. Pemulihan ini penting untuk menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari ancaman banjir berulang,” pungkasnya.

Pemkab Aceh Utara menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum puncak musim hujan akhir 2026, sehingga fungsi pengendalian banjir dan pengairan sawah dapat kembali normal. {}

Recent Posts

Bupati Aceh Utara Serahkan Bantuan BSSE Tahap II Rp28,6 Miliar untuk Korban Banjir Hidrometeorologi

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemulihan masyarakat…

49 menit ago

Malam Idul Adha, Kapolres Aceh Utara Pimpin Patroli Pastikan Wilayah Kondusif

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Memperingati hari raya Idul Adha 1447 H / 2026, Kapolres…

1 jam ago

Warga Blang Jruen Padati Pasar Megang Lebaran Haji 1447 H

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Suasana pasar tradisional Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara,…

11 jam ago

Jelang Idul Adha, Pemdes Ceubrek Berbagi BLT dan Santuni Anak Yatim

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Pemerintah Desa Ceubrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara menyalurkan Bantuan…

11 jam ago

Dari 55 Penerima, 13 Mahasiswa KPI UIN Suna Lolos Beasiswa Bank Indonesia

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas…

1 hari ago

Jamin Keamanan Pangan, Dinkes Lhokseumawe Sidak SPPG Dini Hari

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan…

3 hari ago