Categories: Hukum

Seorang Gadis Polisikan Pemilik Kost karena Ancam dan Paksa Berhubungan Badan

MERDEKABICARA.COM | Seorang perempuan berinisial DR (21) warga Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, melaporkan pemilik kostnya berinisial SDM ke Polsek Tamalanrea Polrestabes Makassar karena mengaku telah dilecehkan dan diancam oleh pelaku (SDM) , Senin (27/7).

Kepada Polisi, korban menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula sekira awal bulan Juli 2020, bertempat di Kost Pondok nurul Kera-kera Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea Makassar.

Berawal saat korban sedang tertidur dalam kost, tiba-tiba pelaku (SDM) masuk kedalam kamar kost korban dan langsung meremas payudara korban, memegang kemaluan sambil di videokan perbuatannya. Namun saat korban terbangun, pelaku (SDM) mengancam korban untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain atau video korban akan disebar.

lanjutnya, Hari Jumat tanggal 14 Juli 2020, korban diajak oleh pelaku ke wisma karmilasari dengan ancaman videonya akan disebar sehingga korban menuruti ajakan tersebut. Saat berada di kamar wisma, pelaku (SDM) mengajak korban berhubungan badan, dimana pelaku kembali mengancam korban akan menyebar videonya, karena ketakutan korban menuruti ajakan pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muhalis saat dikonfirmasi via telepon seluler nya membenarkan hal tersebut bahwa benar, sesuai laporan dari pihak korban, (DR) yang mengaku telah dilecehkan dan diancam oleh pemilik kostnya, (SDM).

“Laporan korban sudah kami terima dan sudah dilakukan Visum di RS Daya,” Ujar Iptu Muhalis.

Personil merespon laporan korban dan langsung  mendatangi TKP (Pondok Nurul) namun pelaku (SDM) tidak ada ditempat, Info dilapangan pelaku berada di Kabupaten Barru. “Kami tetap akan melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut, sehingga pelaku dapat diamankan secepatnya,” tutupnya.

Banyaknya kasus–kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi menyebabkan para wanita dan anak–anak jadi korban. Ini membuat para wanita dan ibu – ibu yang mempunyai anak was-was atau tidak tenang karena adanya predator yang memangsa kehormatan seorang wanita dan anak–anak yang tidak berdosa.

Meskipun telah ada UU yang mengatur tindak kejahatan pemerkosaan ternyata masih banyak yang mengabaikan dan terus saja melakukan tindak kejahatan ini. Sepanjang tahu 2016, banyak sekali kasus – kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia. {}

Recent Posts

Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Berbasis Kinerja, PNL Evaluasi Capaian IKU Tahun 2026

MERDEKABICARA COM | BANDA ACEH -  Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata…

1 hari ago

PJN Pastikan Perbaikan Jalan Krueng Mane–Sawang Pascabanjir Segera Dimulai

MERDEKABICARA.COM |  ACEH UTARA - Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Aceh, Riski…

2 hari ago

PNL Career Fair 2nd 2026, Perkuat Konektivitas Talenta Vokasi dan Industri Menuju Pasar Kerja Global

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan…

3 hari ago

Polri Bersama BNN Musnahkan 25 Hektar Ladang Ganja di Sawang Aceh Utara

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Tim Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika…

5 hari ago

Turun Langsung ke Lapangan, Wali Kota Lhokseumawe Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Hunian Layak

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., turun langsung meninjau…

1 minggu ago

Wisuda ke-37, PNL Kukuhkan 1.134 Lulusan, 639 Raih Cumlaude dan Terapkan Ijazah Elektronik

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan transformasi…

1 minggu ago