Categories: Dunia

Khotbah Pertama Jum’at, Ali Erbas: Hagia Sophia Simbol Penghormatan Semua Kepercayaan dan Keberagaman

MERDEKABICARA.COM | Masjid Hagia Sophia untuk kali pertamanya setelah jeda 86 tahun, akhirnya kembali dibuka dan dihadiri ribuan jemaah sholat Jum’at termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, 24 Juli 2020.

Otoritas Turki telah mengizinkan pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Hagia Sophia walau mendapat protes dari sebagian masyarakat dunia bahkan oleh UNESCO.

Dalam Khotbah yang disampaikan Ali Erbas, Kepala Direktorat Keagamaan Turki, dirinya mengatakan, bahwa hari Jumat ini persis seperti 60 tahun lalu, saat 16 muazin menara Masjid Sultan Ahmet, yang terletak tepat di seberang Hagia Sophia, mengelilingi tempat itu dengan azan, setelah jeda 18 tahun.

“Hari ini adalah hari ketika Muslim berdiri melaksanakan salat dengan air mata sukacita, sujud dengan penuh rasa tunduk dan syukur. Hari ini juga adalah hari kehormatan dan kerendahan hati,” ucap Erbas.

Dia mengatakan sesungguhnya kota Konstantinopel pasti akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Dan pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

Erbas menekankan bahwa penaklukan itu adalah kebangkitan, bukan penganiayaan, dan itu adalah rekonstruksi, bukan kehancuran.

“Dalam peradaban kita, penaklukan merupakan pembuka pintu sebuah kota bagi Islam, perdamaian, dan keadilan,” kata dia lagi menambahkan bahwa hal tersebut sudah disampaikan di Quran surat Ali Imran ayat 159 yang isinya dan ketika kamu telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bersandar [kepada-Nya].

Erbas juga menyampaikan bahwa, dan Sultan tidak mengizinkan perusakan satu batu pun dari kota yang sangat berharga ini.

Dalam khotbah itu, Erbas mengucapkan salam hormat untuk arsitek terkenal Mimar Sinan, yang menghiasi Hagia Sophia dengan menara, yang telah memperkuat konstruksi dan membuatnya tetap berdiri selama berabad-abad.

“Salam kepada semua saudara dan saudari kita dari penjuru dunia yang menunggu Hagia Sophia dibuka kembali untuk ibadah, dan merayakan pembukaannya dengan sukacita,” kata Erbas.

Selama 15 abad, Hagia Sophia adalah salah satu tempat paling berharga dalam ilmu pengetahuan, peradaban dan peribadatan dalam sejarah manusia. Al-Fatih mengamanahkan bangunan yang luar biasa ini kepada para mukmin agar tetap terjaga sebagai masjid sampai hari kiamat.

“Dalam keyakinan kami, wakaf, atau properti yayasan, tidak dapat diganggu gugat, dan yang melanggarnya didoakan agar dilaknat,” kata Erbas.

Erbas juga menyampaikan bahwa setelah penaklukan, Sultan al-Fatih meminta warga yang berlindung di Hagia Sophia untuk tidak takut akan kedatangan Islam.

Erbas menirukan ucapan Sultan al-Fatih yang mengatakan pada warga bahwa mulai sekarang, jangan takut dengan kebebasan dan hidupmu. Harta benda kalian tidak akan dijarah, tidak ada yang akan dianiaya, tidak ada yang akan dihukum karena agama mereka.

“Itulah sebabnya Hagia Sophia adalah simbol penghormatan terhadap semua kepercayaan dan keberagaman,” kata Erbas.

Menurut dia pembukaan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah adalah tanggung jawab kesetiaan kepada alur sejarah.

“Ini adalah transformasi tempat suci, yang digunakan sebagai masjid selama lima abad, ke asalnya,” ujar dia.

Erbas juga mengingatkan bahwa peradaban Turki adalah peradaban yang berpusat pada masjid.

“Masjid-masjid kami adalah sumber persatuan, keimanan, dan ketenangan kami,” tekan Erbas.

Erbas mengingatkan bahwa saat ini, Muslim di berbagai belahan dunia masih mengalami penganiayaan, masjid-masjid terkena serangan Islamofobia, pintunya dikunci, bahkan dibom dan dihancurkan.

“Saya menyampaikan perilaku luar biasa Sultan Fatih di Hagia Sophia kepada dunia, dan mengajak semua umat manusia untuk mengatakan ‘setop’ terhadap retorika, aksi teror dan tindakan penganiayaan anti-Islam,” ujar Erbas.

Dalam khotbahnya, Erbas mengingatkan bahwa sebagai umat Muslim, tugas terbesar adalah bersama-sama mengadopsi rasa kasih sayang sesama dan toleransi, kedamaian, ketenangan, dan kebaikan di seluruh dunia.

“Tugas kita adalah bekerja agar kebaikan dan keadilan selalu ada di bumi siang dan malam. Tugas kita adalah menjadi penjamin keadilan di wilayah yang dikelilingi oleh kekejaman dan ketidakadilan, air mata, dan ketidakberdayaan,” kata dia.

Dia juga menambahkan bahwa Turki percaya bahwa bumi adalah rumah bersama. Setiap orang di rumah ini, terlepas dari kepercayaan, ras, dan warna kulit, memiliki hak untuk hidup dengan aman, bermartabat, kebebasan, dan kemanusiaan.

“Di bawah kubah Hagia Sophia, saya mengundang semua umat manusia untuk menegakkan keadilan, perdamaian, kasih sayang, dan kesetaraan. Saya mendesak Anda untuk mempertahankan nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip moral yang melindungi kehormatan manusia,” ucap Erbas.

“Saya menyerukan kepada seluruh dunia bahwa saya ingin mengatakan pintu-pintu Masjid Hagia Sophia akan terbuka untuk semua hamba Allah, seperti masjid-masjid Suleymaniye, Selimiye, Sultan Ahmet (Blue Mosque) dan lainnya,” kata dia sambil menambahkan Masjid Hagia Sophia selamanya akan terus menjadi tempat yang menaungi kepercayaan, ibadah, sejarah dan tafakur.

 

Sumber: aa

Recent Posts

PN Jantho Lantik Tiga Panitera Muda, Ada Pesan Penting yang Disampaikan

MerdekaBicara - Aceh Besar | Pengadilan Negeri (PN) Jantho resmi melantik tiga pejabat Panitera Muda…

2 hari ago

Pantau Arus Balik: Kapolda Aceh dan Kapolres Pidie Tinjau Pos Tol Padang Tiji

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. melaksanakan kunjungan…

1 minggu ago

Narasi dan Arah Pembangunan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang diukur dengan beton, aspal, dan angka-angka…

2 minggu ago

Wujudkan Mimpi Lebaran, Yulinda Sayuti Ajak Anak Yatim Belanja

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe bersama Dewan Kerajinan…

2 minggu ago

DWP PNL Gelar “Ramadhan Berkah”, Salurkan Donasi untuk Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Fii Sabillah

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kegiatan Ramadhan…

3 minggu ago

Wujud Kepedulian, Perta Arun Gas Sebar 1.000 Paket Kebaikan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H diisi para Perwira Perta Arun…

4 minggu ago