Categories: Sosmas

Ekonom: Biaya Produksi Ayam Lokal Mahal

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Dibukanya keran impor daging ayam asal Brasil perlu diantisipasi pemerintah. Salah satu antisipasinya adalah dengan memperkuat rantai produksi yang efisien dan kompetitif, sebab sejauh ini ongkos produksi ayam lokal jauh lebih mahal dibandingkan di Brasil.

Ekonom dari Institute dor Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyampaikan, biaya produksi ayam lokal lebih mahal dua kali lipat jika dibandingkan dengan biaya produksi ayam Brasil. Di Brasil, kata dia, biaya produksi hanya menyentuh level Rp 9.400 per kilogram (kg), sedangkan di Indonesia masih Rp 18 ribuan.

“Jadi masih jauh lebih tinggi (ongkos produksi) di Indonesia, dua kali lipat,” kata Rusli saat dihubungi Media, Jumat (16/8).

Belum lagi, kata Rusli, harga jual daging ayam di Indonesia pun tinggi. Dia mencontohkan, harga daging ayam di Jakarta saja saat ini dalam bentuk ayam sembelih berada di kisaran harga Rp 37 ribuan. Untuk itu, kata dia, pemerintah perlu memperhatikan efisiensi ongkos produksi.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga daging ayam ras segar berada di kisaran harga Rp 23.300-Rp 39.250 per kg. Tercatat, harga terendah mayoritasnya tersebar di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Sedangkan di sejumlah wilayah timur Indonesia, harga daging ayam ras segar cenderung tinggi merata.

Sebagai catatan, Brasil memenangkan sengketa dagang kebijakan impor Indonesia di World Trade Organisation (WTO) baru-baru ini. Kemenangan tersebut bermula pada 2014 di mana Brasil melaporkan kebijakan impor Indonesia di WTO, dan pada 2017 Brasil memenangkannya.

Sehingga mau tidak mau Indonesia perlu membuka keran impor ayamnya. Karena tak kunjung dibuka, persoalan ini kembali diseret di 2019 sehingga pemerintah pada akhirnya membuka keran impor tersebut. Sikap terdesak ini dinilai Rusli perlu dijadikan pelajaran bagi pemerintah dalam menyikapi iklim perdagangan internasional, salah satunya dengan menyiapkan sisi penguatan produksi dalam negeri.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi menyebutkan, saat ini produksi ayam nasional sudah berlebih atau oversupply. Berdasarkan catatannya, terdapat produksi anak ayam lokal sebesar 62 juta ekor per minggu sedangkan kebutuhan konsumsi hanya sebesar 56 juta ton per minggu.

Dengan realita tersebut, pihaknya menolak tegas kebijakan impor ayam Brasil digulirkan karena bakal menggerus pendapatan peternak lokal. Sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pihaknya justru bakal mengekspor ayam lokal yang dinilai surplus. Tak hanya itu, Amran juga mengklaim harga ayam lokal cukup kompetitif bersaing di kancah global.

Meski tak menjelaskan secara detail ongkos produksi ayam lokal, Amran mengklaim harga produksi sudah cukup ditekan sehingga peternak sudah dapat untung.

“Peternak sudah dapat untung, kita ekspor,” ujarnya.

 

Sumber  : Republika.co.id

Recent Posts

Narasi dan Arah Pembangunan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang diukur dengan beton, aspal, dan angka-angka…

5 hari ago

Wujudkan Mimpi Lebaran, Yulinda Sayuti Ajak Anak Yatim Belanja

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe bersama Dewan Kerajinan…

6 hari ago

DWP PNL Gelar “Ramadhan Berkah”, Salurkan Donasi untuk Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Fii Sabillah

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kegiatan Ramadhan…

2 minggu ago

Wujud Kepedulian, Perta Arun Gas Sebar 1.000 Paket Kebaikan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H diisi para Perwira Perta Arun…

2 minggu ago

Tak Hanya Bantu Korban Banjir, PT Satya Agung Juga Salurkan CSR untuk Sarana Ibadah

MerdekaBicara.com - Aceh Utara | Banjir yang terjadi di penghujung 2025, menyebabkan banjir dalam iga…

3 minggu ago

Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi _Fly Ash_ untuk Pembangunan Berkelanjutan

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH - Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, resmi meraih gelar Doktor…

3 minggu ago