Categories: Sosmas

Ekonomi Hijau Diusulkan Masuk dalam Penyusunan RPJMN

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA – Pemerintah diminta membuka kran saran dan masukan masyarakat tak terkecuali ormas Islam dalam rencana pembangan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024. Selama ini kran tersebut kurang dibuka secara maksimal.

Menurut pengamat dari Paradigma Riset Insitute, Prasetyo Sunaryo,  pembuatan RPJMN selama ini tidak ada saluran bagi masyarakat untuk memasukkan tawaran atau aspirasi dalam penyusunan RPJMN oleh eksekutif.

Prasetyo yang juga Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia mengatakan, pihaknya menawarkan implementasi green economic atau ekonomi hijau untuk dimasukkan dalam RPJMN 2020-2024.

Dia menuturkan semangat dari ekonomi hijau adalah menjaga lingkungan tetap lestari dan pembangunan berkelanjutan. Di antara programnya adalah penyediaan energi ramah lingkungan, pangan, dan ketersediaan air secara berkelanjutan.

’’Dalam pangan misalnya, kita harapkan pembangunan pangan yang berkelanjutan. Penggunaan pupuk yang mengurangi kesuburan harus diganti,’’ katanya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/4).

Dia menyebutkan gerakan ekonomi hijau yang paling cepat untuk diterapkan adalah di bidang pertanian. Khususnya pertanian organik.

Dalam RPJMN 2020-2024 penerapan pertanian organik tidak harus 100 persen di seluruh Indonesia. Tetapi bisa dilakukan secara bertahap, namun dengan acuan grand design tertentu. ’’Bisa mulai dengan sayur organik dahulu,’’ jelasnya.

Dia menuturkan sayuran organik selain lebih sehat, juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan lebih baik bagi para petaninya. Kemudian dalam program ini penggunaan pupuk urea yang bisa mengurangi kesuburan tanah harus dikurangi.

Menurut dia, program ekonomi hijau lainnya bisa berupa pengolahan limbah dan sampah. Dia menuturkan sampai saat ini masih banyak industri yang mengeluarkan limbah berbahaya. Kemudian limbah tersebut dibuang begitu saja di alam. Contohnya adalah di beberapa titik aliran sungai Citarum. Dia berharap bisa diterapkan teknologi yang bisa membuat limbah industri menjadi aman untuk dibuang ke alam.

“Saya kira, jika pemerintah yang mendatang ini memang betul-betul pro rakyat, Insya Allah akan mendengar aspirasi rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat meski tidak begitu populer,” kata dia.

 

Sumber  : Republika.co.id

Recent Posts

Narasi dan Arah Pembangunan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang diukur dengan beton, aspal, dan angka-angka…

5 hari ago

Wujudkan Mimpi Lebaran, Yulinda Sayuti Ajak Anak Yatim Belanja

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe bersama Dewan Kerajinan…

6 hari ago

DWP PNL Gelar “Ramadhan Berkah”, Salurkan Donasi untuk Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Fii Sabillah

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar kegiatan Ramadhan…

2 minggu ago

Wujud Kepedulian, Perta Arun Gas Sebar 1.000 Paket Kebaikan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H diisi para Perwira Perta Arun…

2 minggu ago

Tak Hanya Bantu Korban Banjir, PT Satya Agung Juga Salurkan CSR untuk Sarana Ibadah

MerdekaBicara.com - Aceh Utara | Banjir yang terjadi di penghujung 2025, menyebabkan banjir dalam iga…

3 minggu ago

Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi _Fly Ash_ untuk Pembangunan Berkelanjutan

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH - Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, resmi meraih gelar Doktor…

3 minggu ago