Ngeri, Bokek Ternyata Bisa Picu Penyakit Jantung

MERDEKABICARA.COM | Masalah keuangan ternyata bisa berdampak luas. Bukan hanya membuat orang merasa rendah diri, terlilit hutang, hingga kehilangan pasangan, namun ternyata juga berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut studi terbaru, masalah ini tidak hanya akan dihadapi orangtua tapi juga mereka yang masih muda.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation ini, ilmuwan mengumpulkan data dari hampir 4.000 orang selama 15 tahun, mulai dari mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun. Mereka ditanyakan tentang pendapatan di awal penelitian dan lebih dari empat kali dianalisis tentang rekam medis untuk jantung dan kematian.

Selama periode tersebut, dilansir Time, Minggu, 13 Januari 2019, peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami lebih banyak perubahan penghasilan (lebih banyak penurunan) memiliki risiko masalah jantung dua kali lebih tinggi, dan hampir berisiko kematian dua kali lipat dibanding mereka yang memiliki penghasilan tetap.

Sebagian besar ketidakstabilan penghasilan itu berasal dari masa tidak bekerja atau gaji yang dipotong usai berganti pekerjaan.

Peneliti juga memfokuskan penelitian pada orang yang telah kehilangan 25 persen atau lebih penghasilan mereka dari pengujian terakhir dan menemukan bahwa baik perubahan dan pengurangan dalam penghasilan dikaitkan dengan risiko masalah jantung lebih besar, seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung juga kematian dini.

“Kami berasumsi bahwa menurunnya penghasilan atau seringnya berubah penghasilan mungkin tidak baik untuk kesehatan, mengingat dua hal ini merupakan hal yang cukup membuat stres. Tapi kami terkejut oleh besarnya efek yang kami lihat, di mana yang kami lihat adalah pada populasi berusia muda,” kata Tali Elfassy, asisten profesor bagian epidemiology University of Miami di AS.

Meski studi ini tidak dirancang untuk meneliti lebih dalam apa kaitannya antara perubahan penghasilan dengan masalah jantung, penelitian sebelumnya telah menemukan kaitan antara stres yang mungkin dipicu oleh perubahan penghasilan. Kejadian yang membuat stres pun bisa memicu obesitas yang juga merupakan faktor risiko untuk masalah jantung, juga tekanan darah tinggi.

Memiliki status sosial ekonomi rendah juga dikatikan dengan rendahnya kesehatan jantung, karena mereka dengan status sosial ekonomi rendah atau pendapatan tidak tetap cenderung lebih banyak merokok, jarang olahraga dan jarang memeriksakan diri. Semua hal itu bisa membuat orang berisiko mengalami masalah jantung.

 

Recent Posts

Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL Muhammad Hatta Pimpin Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH - Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh (FHPTA) resmi terbentuk sebagai wadah…

2 jam ago

PNL Perkuat Diplomasi Vokasi Global, Teken MoU Strategis dengan Kampus Tiongkok di CITIEA 2026

MERDEKABICARA.COM | YOGYAKARTA -  Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menorehkan capaian strategis di panggung internasional…

1 hari ago

Zikir Menembus Qalbu, Safari Subuh TU Aceh Menyalakan Samudera Hikmah di Masjid Syuhada Lhoksukon

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Dalam embun subuh yang masih menggantung dan desir pagi yang menenteramkan…

2 hari ago

Safari Subuh Kompas Aceh Utara Perkuat Ukhuwah dan Spirit Ketakwaan di Masjid Haji Muhammad Hanafiah

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara kembali menggelar kegiatan Safari Subuh…

3 hari ago

Prodi RPL dan Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Resmi Dibuka, PNL Tembus Lompatan Global

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Kementerian Pendidikan Tinggi,…

4 hari ago

Langkah Tegas Pemko Lhokseumawe Tertibkan Usaha Sarang Burung Walet Ilegal

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe melakukan penertiban terhadap sejumlah pemilik toko dan…

6 hari ago