• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Google News
Merdeka Bicara
Telegram
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
  • Beranda
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Islam
    • Sport
    • Pariwisata
    • Lingkungan
No Result
View All Result
Merdeka Bicara
No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam
Home News

Semnas ke-10 PNL: Mengawal Arah Riset Nasional dari Publikasi Menuju Hilirisasi

21 Oktober 2026
Reading Time: 4 mins read
A A

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi industri melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ke-10 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Utama PNL, Rabu (21/10/2026).

Mengusung tema “Hilirisasi Riset Terapan melalui Transformasi Digital untuk Memperkuat Ketahanan Energi, Industri, dan Ekonomi Berkelanjutan”, seminar ini menjadi forum akademik strategis untuk mempertemukan gagasan ilmiah, hasil penelitian, serta kebutuhan nyata dunia industri dan masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., yang menyampaikan orasi ilmiah mengenai arah kebijakan riset nasional dan penguatan hilirisasi inovasi.

Seminar ini juga menghadirkan dua keynote speaker, yakni Hadi Fauzi, S.T., Ph.D., Production Superintendent PT Pema Global Energi, dan Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ketua Panitia Seminar Nasional ke-10 PNL, Elwina, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seminar nasional yang merupakan agenda tahunan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNL ini telah memasuki satu dekade penyelenggaraan sebagai wujud konsistensi institusi dalam memperkuat budaya riset dan kolaborasi akademik.

“Tahun ini, Seminar Nasional PNL menerima sebanyak 181 artikel ilmiah, terdiri atas 115 artikel penelitian dan 66 artikel pengabdian kepada masyarakat, yang berasal dari Politeknik Negeri Lhokseumawe dan kampus lainnya,” ungkap Elwina.

Ia menambahkan bahwa seminar ini menjadi forum diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus ruang pertukaran gagasan dan penguatan jejaring akademik.

“Kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C) Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dirjen Risbang Kemdiktisaintek yang memberikan orasi ilmiah, serta dua keynote speaker dari kalangan industri dan akademisi.

Menurutnya, tema seminar nasional tahun ini memiliki relevansi kuat dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan penelitian terapan, inovasi teknologi, dan kemitraan industri sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi.

“Perguruan tinggi, khususnya politeknik, harus mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Transformasi digital menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian,” ungkapnya.

Muhammad Arhami juga mendorong para dosen dan peneliti untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, memperluas kolaborasi penelitian lintas institusi, serta mengembangkan inovasi yang memiliki potensi implementasi dan komersialisasi.

“Publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari kemajuan akademik. Namun, keberhasilan sebuah penelitian juga harus tercermin dari sejauh mana hasilnya dapat dimanfaatkan, dikembangkan menjadi inovasi, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” tambahnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Dirjen Risbang Kemendiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, memaparkan arah transformasi kebijakan riset nasional yang semakin berorientasi pada pemecahan masalah, penguatan kolaborasi, dan penciptaan nilai tambah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan riset nasional diarahkan pada lima bidang strategis, meliputi ketahanan pangan dan kesehatan, energi baru dan terbarukan, semikonduktor dan kecerdasan buatan serta ekonomi digital, hilirisasi dan reindustrialisasi, serta pertahanan dan material maju.

Kelima bidang tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian teknologi, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

Dirjen Fauzan menekankan pentingnya membangun kemitraan multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, BUMN, industri dalam dan luar negeri, pemerintah daerah, organisasi, perusahaan rintisan, investor, serta kementerian dan lembaga.

Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe, tetapi dapat berkembang menjadi produk inovatif, teknologi tepat guna, dan solusi yang memiliki nilai ekonomi serta manfaat sosial.

Dalam paparannya, Dirjen Fauzan juga memperkenalkan pendekatan Dual-Track Strategy, yakni strategi pengembangan riset melalui dua jalur yang saling melengkapi, yaitu pendekatan horizontal dan vertikal.

Pendekatan horizontal diarahkan untuk memperluas pemerataan kapasitas dan kesempatan penelitian, sedangkan pendekatan vertikal berfokus pada penguatan riset strategis yang memiliki potensi dampak nasional lebih besar.

Strategi tersebut menempatkan peningkatan kapasitas peneliti dan pencapaian dampak riset sebagai dua agenda yang berjalan beriringan, sehingga penguatan ekosistem penelitian dapat menghasilkan kontribusi yang semakin nyata bagi pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Dirjen Fauzan memaparkan arah pengembangan tujuh klaster program riset dan pengembangan tahun anggaran 2027, yang mencakup riset fundamental, pengabdian kepada masyarakat, penguatan pusat dan fasilitas riset, kemitraan, hilirisasi, komersialisasi, serta pengembangan talenta riset.

Ketujuh klaster tersebut menggambarkan upaya membangun ekosistem penelitian yang terintegrasi, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, kolaborasi industri, hingga pemanfaatan dan komersialisasi hasil inovasi.

Dalam konteks hilirisasi riset strategis, ia turut memaparkan sejumlah fokus pengembangan, antara lain ketahanan energi, percepatan pengelolaan sampah, ketahanan kesehatan, ketahanan pangan dan air, serta digitalisasi berbasis kecerdasan buatan, semikonduktor, dan robotika.

Arah kebijakan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai pusat produksi pengetahuan, tetapi juga harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi melalui keterhubungan yang kuat antara peneliti, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Bagi PNL, penyelenggaraan Seminar Nasional ke-10 menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah daerah.

Melalui forum ilmiah ini, PNL diharapkan terus melahirkan penelitian terapan yang inovatif, adaptif terhadap transformasi digital, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional. Keberhasilan riset tidak semata diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan solusi, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Seminar Nasional ke-10 PNL turut dihadiri Bupati Bireuen, H. Mukhlis Takabeya, perwakilan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, jajaran manajemen PT Pupuk Iskandar Muda, PT Perta Arun Gas, dan PT Pema Global Energi, Wakil Rektor I Universitas Malikussaleh, jajaran manajemen Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. {}

Tags: PNLSeminarseminar nasional
SendShareTweet

Rekomendasi

Pemko Lhokseumawe Klarifikasi Terkait Akun Facebook Palsu Sayuti Abubakar SH

2 tahun ago

Zikri-Muzakir Pimpin AJI Lhokseumawe 2024-2027

2 tahun ago

Trending

  • Dr (C). Ir. Muhammad Hatta Raih JMSI & PWI Awards 2026 sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Bumi Flora Tempuh Jalur Hukum Usai Kantor Manajemen Dibakar Dalam Demo Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah Strategis Distan Aceh Utara Ubah Perempuan Tani Jadi Pengusaha Tangguh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riau dan Papua Sudah Punya Model, Aceh Kapan Punya Strategi Kepemilikan SDA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjaring Patroli Gabungan PPKM, 19 Pengunjung Café di Tes Swab Antigen, 1 Reaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Rubrik

Network

  • Acehlive
  • Geovice.net
  • Geovice.id

About Us

Informasi publik harus bebas dan independen. Kami menghadirkan informasi tersebut ke dalam genggaman Anda.

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Sosmas
  • Nasional
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Islam

© 2024 merdekabicara.com - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In