MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Integritas tidak lahir dari status, melainkan dari cara seseorang menjalankan amanah. Karena itu, menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukan sekadar memperoleh kedudukan sebagai aparatur pemerintah, tetapi membawa tanggung jawab untuk bekerja secara disiplin, menjunjung etika, dan memberi kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., saat membuka kegiatan Orientasi dan Wawasan PPPK Tahun 2026 di lingkungan PNL, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, disiplin, etika, integritas, dan budaya kerja merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme seorang aparatur. Kemampuan teknis dalam melaksanakan pekerjaan harus berjalan seiring dengan sikap dan karakter dalam menjalankan tugas.
“Disiplin adalah bentuk tanggung jawab, etika adalah cermin kehormatan, dan budaya kerja adalah wajah institusi,” ungkap Direktur PNL.
Ia menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peran dalam membentuk wajah dan budaya institusi. Karena itu, kedisiplinan tidak semestinya dipahami sebatas kepatuhan terhadap jam kerja atau aturan, tetapi sebagai bentuk kesadaran untuk menghargai amanah yang diberikan.
Begitu pula dengan etika. Menurutnya, etika tercermin dari cara pegawai berkomunikasi, menghargai sesama, menjalankan tugas, serta menjaga nama baik institusi. Sementara integritas menjadi landasan agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara jujur, bertanggung jawab, dan konsisten antara apa yang dikatakan dengan apa yang dikerjakan.
Kegiatan orientasi tersebut diikuti 32 PPPK Formasi 2024 di lingkungan PNL. Mereka berasal dari berbagai unit kerja dan jurusan, antara lain Jurusan Teknik Mesin 3 orang, Teknik Kimia 3 orang, Teknik Elektro 3 orang, Jurusan Bisnis 2 orang, Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer 2 orang, Subbagian Umum 9 orang, Subbagian Akademik 1 orang, Urusan Keuangan 3 orang, Urusan Kepegawaian 1 orang, Pusat PPM 3 orang, Pusat PMPP 2 orang, dan UPA Bahasa 1 orang.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026, di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung TDC PNL. Sebanyak lima pemateri dari lingkungan PNL dijadwalkan memberikan pembekalan, termasuk Direktur dan para Wakil Direktur PNL.
Ketua Panitia Pelaksana, Fakhruddin, S.E., M.S.M., dalam laporannya mengatakan orientasi tersebut merupakan bagian penting dalam memberikan pemahaman dan pembekalan kepada PPPK mengenai tugas, fungsi, hak dan kewajiban sebagai aparatur, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai dasar ASN.
Ia mengatakan wawasan PPPK juga diarahkan pada pemahaman yang lebih luas mengenai nilai-nilai kebangsaan dan etika birokrasi profesional yang perlu diinternalisasi dalam pelaksanaan tugas.
Menurut Fakhruddin, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi PPPK di lingkungan kerja, membentuk pegawai yang berintegritas, meningkatkan mutu pelayanan publik, sekaligus membangun budaya kerja yang positif di lingkungan PNL.
Dukungan pimpinan, kata dia, menjadi salah satu faktor penting terlaksananya kegiatan tersebut. Karena itu, panitia menyampaikan apresiasi kepada Direktur dan para Wakil Direktur PNL beserta seluruh jajaran yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan orientasi.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian di lingkungan PNL, serta Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL. {}




