MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) membekali sekaligus melepas 206 mahasiswa Jurusan Bisnis untuk mengikuti program magang industri di berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI), perbankan, perkantoran, serta instansi pemerintahan. Kegiatan berlangsung di Ruang Theater Lantai V Gedung TDC PNL.
Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. mengatakan mahasiswa harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Adaptif, menurut dia, bukan sekadar kemampuan mengikuti perubahan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan menyesuaikan kompetensi dengan perkembangan zaman.
“Banyak perusahaan global yang pernah berjaya, tetapi kemudian tertinggal karena tidak mampu beradaptasi. Karena itu, mahasiswa harus siap menghadapi perubahan. Salah satu semangat yang didorong kementerian kita adalah adaptif,” kata Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Lhokseumawe.
Ia juga menyinggung transformasi pendidikan tinggi vokasi. Menurut dia, terdapat wacana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai pengembangan bentuk kelembagaan politeknik menjadi universitas atau institut. PNL, kata dia, harus mempersiapkan diri terhadap arah perubahan tersebut, termasuk kemungkinan menuju Universitas PNL atau PNL University.
Namun, ia menegaskan transformasi kelembagaan harus tetap berpijak pada karakter yang selama ini menjadi kekuatan PNL. Etika, moral, kerapian, disiplin, dan kejujuran harus menjadi identitas mahasiswa ketika memasuki lingkungan profesional.
“Ruh PNL sampai hari ini adalah disiplin. Itu pula yang membuat banyak alumni kita diterima dan terserap di berbagai dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Ia meminta mahasiswa menjaga kepercayaan tersebut selama menjalani magang. “Jaga nama baik almamater. Kami titipkan nama besar PNL di atas pundak adik-adik semua,” katanya.
Ketua Jurusan Bisnis PNL Diana, SE.Ak., M.Si., CA., CPTT. melaporkan sebanyak 206 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi dan Administrasi Bisnis, mengikuti magang yang tersebar di berbagai perusahaan industri, perbankan, perkantoran, instansi pemerintahan, dan lembaga lainnya.
Menurut Diana, mahasiswa harus mempersiapkan diri secara mental dan fisik, menjaga disiplin dan penampilan profesional, serta fokus menjalani proses pembelajaran di tempat kerja.
“Walaupun masih dalam kapasitas magang, mahasiswa sudah memasuki dunia profesional. Banyak hal baru yang akan dihadapi sehingga kemampuan menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan kerja menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pembekalan turut menghadirkan Nurul Kamal, SST., M.Sc., Assistant Vice President Corporate Export Sales Administration PT Pupuk Iskandar Muda, serta Zulkarnaini, SE., M.Si., Ak., CA., CIFRS., Ch.GFM., CPTT., Kepala Career Development Center (CDC) PNL.
Program magang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas industri sekaligus membangun etos profesional. Bagi PNL, magang juga menjadi bagian dari penguatan keterhubungan pendidikan vokasi dengan DUDI agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga adaptif, berintegritas, disiplin, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. {}




