Categories: Peristiwa

Otoritas Thailand Tangkap Nelayan Remaja Asal Aceh Utara, Pihak Keluarga Datangi YARA

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA – Otoritas Thailand menangkap seorang nelayan remaja asal Kabupaten Aceh Utara saat dirinya hanyut dan masuk ke wilayah perairan setempat awal Maret 2020 lalu.

M. Israkil Kasra (16), nelayan asal warga Gampong Pulo Blang Mangat, Kecamatan Syamtalira Bayu, ditangkap oleh pemerintah Thailand karena diduga telah memasuki wilayah hukum perairannya.

Menerima informasi tersebut, pihak keluarga melaporkan kasus anaknya yang ditangkap oleh pihak berwenang Thailand ke kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara, Kamis 9 Juli 2020.

Dalam laporannya, pihak keluarga juga membawa sejumlah dokumen ke Kantor YARA.

Berdasarkan data korban, dalam surat Keterangan yang di keluarkan pemerintah gampong Blang Pulo, Nomor : 54/2024/PBM/2020, dibenarkan bahwasanya M. Israkil Kasra merupakan salah seorang warga Gampong Pulo, Kecamatan Syamtalira Aron, dan saat ini telah di amankan oleh pihak keamanan Thailand pada 9 Maret 2020 yang lalu saat korban hendak mencari ikan menggunakan kapal motor.

Pihak keluarga juga menyerahkan sebuah surat yang bertuliskan bahasa Thailand yang dikeluarkan oleh otoritas Negeri Gajah Putih berisikan nama-nama para warga yang menjadi tahanan di negeri tersebut. Dengan menyebutkan jumlah sebanyak 24 Orang, salah satu diantaranya termasuk M. Israkil.

Penangkapan M. Israkil Kasra oleh pihak berwenang Thailand meninggalkan cerita sedih buat keluarnya, apa lagi korban merupakan salah satu remaja yang masih di bawah umur.

Ketua Perwakilan YARA, Kabupaten Aceh Utara mengatakan, pihaknya selalu mengakomodir dan mengadvokasi setiap laporan yang diadukan oleh masyarakat, namun dalam hal ini, kita harus berkoordinasi dengan pihak terkait, baik itu di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Kami akan pertanyakan perkembangan nelayan Aceh yang tangkap dan ditahan oleh pihak Otoritas Thailand. Sudah sampai dimana proses pengurusannya” sebut Iskandar.

Iskandar menambahkan, karena ini persoalan antar negara, tentunya persoalan tersebut harus diselesaikan oleh pemerintah dan institusinya.” Kita akan mengawal persoalan tersebut hingga dapat dituntaskan pemerintah,” pungkasnya. {}

Recent Posts

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

MERDEKABICARA.| ACEH UTARA -Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST.,…

7 jam ago

Dr (C). Ir. Muhammad Hatta Raih JMSI & PWI Awards 2026 sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Kiprah panjang dalam dunia komunikasi publik, kepemimpinan organisasi, serta pengabdian sosial…

8 jam ago

Rapat Perdana, SMSI Aceh Utara Siapkan Pelantikan dan Anugerah Akhir Tahun

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Utara menggelar rapat koordinasi yang…

1 hari ago

Bupati Aceh Utara Hadiri Prosesi Peusijuek Anggota BPK RI Terpilih di Jakarta

MERDEKABICARA.COM | JAKARTA - Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E.,M.M atau yang akrab…

1 hari ago

Riau dan Papua Sudah Punya Model, Aceh Kapan Punya Strategi Kepemilikan SDA?

OPINI : Muklis Azhar Merdekabicara.com| Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Migas, emas…

4 hari ago

Lantik 47 Keuchik Terpilih dan 1 Keuchik PAW, Wali Kota Instruksikan Perangi Narkoba dan Judi Online

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melantik dan mengambil…

4 hari ago