Categories: Sosmas

Jenis Padi Terbaru Dipanen, Masa Tanam 75 Hari

MERDEKABICARA.COM | KARAWANG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melakukan panen raya padi varietas Super Genjah M70D di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (7/11) sore. Varietas yang dipanen tersebut merupakan jenis baru dan yang bisa dipanen dalam waktu lebih singkat.

Varietas Super Genjah M70D itu bisa dipanen dalam waktu 70-75 hari setelah waktu tanam dengan produktivitas 8-9 ton per hektare. Syahrul mengatakan, penemuan-penemuan baru di bidang pertanian harus terus didukung oleh pemerintah. Sebab, hanya dengan teknologi yang maju, produktivitas padi bisa ditingkatkan.

“Ini menjadi bagian mendorong berbagai temuan baru dibidang pertanian,” kata Syahrul dalam keterangan resminya, Jumat (8/11).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu mengungkapkan, berdasarkan hasil pencitraan satelit, wilayah Jawa Barat dan daerah Jawa lainnya sudah mulai memasuki musim penghujan. Sementara itu, masih terdapat panen di sejumlah wilayah.

Karena ketersediaan air mulai mencukupi, Kementan mendorong para petani untuk segera kembali melaukan penanaman. “Dan, 70 hari kedepan kalau pakai bibit ini kita akan lihat lagi hasil seperti ini. Kita jaga sama-sama stok pangan,” katanya.

Pihaknya pun meminta agar jajarannya fokus membantu wilayah Jawa Barat, khususnya Karawang yang menjadi area pertanaman varietas baru tersebut. Ia pun meminta agar dalam satu tahun di Karawang dapat melakukan masa penanaman dan panen sebanyak tiga kali.

“Setiap daerah, setiap bupati bersama seluruh muspida dan yang lainnya turut menjaga ketahanan pangan daerahnya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Moeldoko mengatakan varietas M70D sudah di uji bersama dengan tim peneliti di Jawa Timur. Dimana, hasilnya terdapat perubahan produksi signifikan dari waktu ke waktu, yang tadinya produksi 5,5 ton per hektare dapat ditingkatkan sampai diatas 8 ton per hektare.

“Saya meminta pada tim riset agar, anakannya harus banyak, rasanya enak, dan waktu (tanam) harus pendek. Ini bentuk-bentuk intensifikasi yang kita tuju dan (penelitian) ini memakan waktu sekitar empat tahun,” ucap Moeldoko.

Moeldoko melanjutkan, keunggulan varietas M70D berorientasi kepada hasil yang lebih banyak dan tahan hama.  Umur tanam selama 75 hari juga jauh lebih rendah dibanding rata-rata lainnya selama 110.

“Berarti ada penghematan luar biasa. Sudah hemat, waktunya pendek berikutnya hamanya juga cukup tahan, hasilnya sangat bagus dan rasanya enak semuanya terpenuhi,” kata dia.

 

Sumber : Republika.co.id

Recent Posts

What Makes Modern Online Casinos So Popular

What Makes Modern Online Casinos So Popular Online casino sites have become one of the…

2 hari ago

Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polres Pidie Gelar Pelatihan Teknis Reskrim 2026

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan kompetensi personel, Polres Pidie melaksanakan Kegiatan…

3 hari ago

Sidak Dukcapil, Sekda Lhokseumawe Cek Kualitas Pelayanan Adminduk

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas…

6 hari ago

Peduli Pasca Banjir, PT Paramount Bed Indonesia dan PT Global Sembilan Karya Salurkan Donasi Bed ICU ke Tiga RSUD di Aceh

MEREEKABICARA.COM | ACEH TAMIANG - Sebagai wujud kepedulian terhadap fasilitas kesehatan yang terdampak bencana alam,…

1 minggu ago

Tegaskan Keputusan Gubernur, Wali Kota Lhokseumawe Minta Perusahaan Terapkan UMP 2026

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH memimpin langsung kegiatan…

1 minggu ago

Sinergi Polri, Kapolres Pidie Salurkan Bantuan Logistik bagi Penghuni Huntara.

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Polres Pidie turut hadir dan mendukung kegiatan serah terima kunci rumah Hunian…

1 minggu ago