Categories: Sosmas

Hacker Sasar Domain Internet Pemerintah

MERDEKABICARA.COM | Infrastruktur sistem pemerintahan berbasis elektronika saat ini masuk dalam kategori rawan serangan siber. Inilah yang menjadi perhatian khusus dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas, aplikasi e-government  di instansi pemerintah tersebar dan beragam namun datanya tidak terintegrasi. Selain itu, serangan siber terjadi hingga 12,8 juta kali  dengan sasaran yang paling tinggi adalah domain internet milik pemerintah.

Menurut pemerhati telekomunikasi dari Mastel, Nonot Harsono, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang belum memiliki jaringan khusus pemerintah yang terintegrasi satu sama lainnya. Padahal jaringan pemerintah ini sangat bermanfaat, sebagai jaringan penghubung antar lembaga kementerian dan lembaga, jaringan penghubung antara pemerintah pusat dengan seluruh Pemda, Kecamatan dan Kelurahan.

“Selama ini yang terjadi setiap rapat perencanaan nasional selalu bingung data tidak akurat. Setiap kali melakukan upaya evaluasi dan koordinasi kesulitan karena terkendala komunikasi dan tidak lengkap,” katanya di Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Nonot menyarankan agar pemerintah segera membuat SOP koordinasi antarkementerian dan membentuk panitia antarKelembagaan. Kemudian menyepakati sinergi dan harmoni dengan para operator jaringan dan jasa, mengkoordinasikan semua Pemda dan Pemkot untuk terlibat aktif.  Serta menggunakan pendekatan yang kooperatif dengan memadukan semua potensi yang ada.

“Tugas pemerintah adalah menata dan memanfaatkan yang sudah ada, sehingga dana yang diperlukan tidak terlalu besar. Selama ini kan system dibangun sendiri-sendiri, kemudian mengelola SDM nya tinggal bagaimana mengintegrasikannya. Pemerintah harus membuat roadmapnya,” kata Nonot.

Menurutnya, keperluan terhadap jaringan telekomunikasi pemerintah yang aman sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, lantaran tantangan komunikasi ke depan semakin kompleks. Jaringan milik pemerintah mutlak harus terpisah dengan jaringan publik.

“Untuk menjamin tingkat keamanan yang tinggi dan bisa dipercaya, maka  faktor berikutnya adalah jaringan tersebut harus diselenggarakan dan diproduksi oleh para pelaku industri dalam negeri. Saya yakin kita mampu mendesain, memproduksi dan menyelenggarakan Jaringan pemerintah bekerjasama dengan industri nasional,” tegasnya.

 

Sumber : Viva.co.id

Recent Posts

Spirit Pengorbanan dan Kekuatan Subuh Menggema di Safari Subuh Kompas Aceh Utara

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Suasana khusyuk dan penuh semangat keislaman menyelimuti pelaksanaan Safari Subuh Komunitas…

6 jam ago

SMAN 1 Peusangan Selatan Perkuat Budaya Mutu, Inovasi Kartu Literasi Diapresiasi BPMP Aceh

MERDEKABICARA.COM | BIREUN - SMAN 1 Peusangan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya mutu…

3 hari ago

LLDikti XIII Jadi Inisiator Lahirnya FHPTA, Perkuat Sinergi Kampus di Aceh

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH -Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh menginisiasi lahirnya Forum…

4 hari ago

Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL Muhammad Hatta Pimpin Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh

MERDEKABICARA.COM | BANDA ACEH - Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh (FHPTA) resmi terbentuk sebagai wadah…

5 hari ago

PNL Perkuat Diplomasi Vokasi Global, Teken MoU Strategis dengan Kampus Tiongkok di CITIEA 2026

MERDEKABICARA.COM | YOGYAKARTA -  Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menorehkan capaian strategis di panggung internasional…

6 hari ago

Zikir Menembus Qalbu, Safari Subuh TU Aceh Menyalakan Samudera Hikmah di Masjid Syuhada Lhoksukon

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Dalam embun subuh yang masih menggantung dan desir pagi yang menenteramkan…

7 hari ago