Categories: HukumNasionalSosmas

Sandi: Kasus Ahmad Dhani Membutuhkan Mental Kuat

MERDEKABICARA.COM | SURABAYA – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan kasus hukum yang dihadapi oleh Ahmad Dhani membutuhkan mental yang sangat kuat. Karena itu, ia berdoa agar Dhani diberikan kesehatan dan ketabahan.

“Inshaa Allah, beliau diberikan kesehatan dan ketabahan. Karena tentunya menghadapi tekanan, baik proses hukum dan prosedur hukum. Ini membutuhkan mental yang sangat kuat,” ujar Sandi melalui siaran pers yang diterima media, Sabtu (16/2).

Sandi berharap, proses hukum Ahmad Dhani berlangsung dengan penuh keadilan tidak tebang pilih, tidak tajam ke satu sisi dan tumpul ke sisi yang lain. “Hukum itu tidak digunakan untuk memukul lawan, tapi memihak kepada kawan. Hukum itu harus adil tanpa pandang bulu. Itu harapan kita. Inshaa Allah, hukum dibawah kepemimpinan Prabowo Sandi, lebih adil lagi,” tutup Sandi.

Pada Sabtu sekitar pukul 09.40 WIB, Sandiaga mengunjungi Ahmad Dhani di Lapas Kelas I Surabaya Jalan Medaeng Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengenakan baju biru, celana krem dan sepatu hitam.

Ia langsung masuk ke lapas untuk bertemu Dhani yang sudah sepuluh hari di penjara Medaeng setelah dipindahkan dari Cipinang beberapa waktu lalu. Warga sekitar menyemut begitu tahu ada Jadwal Sandi menjenguk Dhani.

Sebagian sempat berswafoto, begitu pula dengan para keluarga narapidana yang menjenguk orang terdekatnya Teriakan Sandi Sandi sempat terdengar. Sandi hanya lima belas menit berada di dalam kapas dan menyatakan keprihatinannya pada pentolan  Dewa 19 tersebut.

“Kami prihatin keadaan beliau dan Alhamdulillah hari ini senyum, jadi hadapi dengan senyuman betul-betul dilakukan. Dhani memiliki spirit sangat postitif dan memyampaikan kondisinya sehat- sehat saja,” kata Sandi.

Kepada Sandi, Dhani mengaku diperlakukan dengan baik. Suami Mulan Jameela ini menitipkan salam kepada teman-teman seperjuangan.

Sandi juga menyoroti kelebihan kapasitas Lapas. “Di sini kapasitasnya hanya 700 napi, tetapi ada 2,900 napi di sini. Delapan puluh  persen lebih napi narkoba. Ini mesti jadi catatan kita. Ini bukan hanya terjadi di Medaeng, tapi di seluruh Lembaga Pemasyarakatan di negeri ini. Kita negara darurat narkoba,” jelas Sandi.

 

Sumber  : Republika.com

Recent Posts

Sekolah Terluka, Pemulihan Pendidikan Aceh Dipercepat

MerdekaBicara.com–Jakarta | Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, melaporkan perkembangan penanganan sektor pendidikan…

16 jam ago

Pemko Lhokseumawe Salurkan Dana Tunggu Hunian Tahap I bagi Korban Banjir

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., menyerahkan secara simbolis…

4 hari ago

Pasca Banjir, Polres Pidie Lakukan Pembersihan Rumah Warga di Mutiara Timur

MERDEKABICARA.COM | PIDIE Kepolisian Resor (Polres) Pidie kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam…

1 minggu ago

PIM Santuni 700 Anak Yatim Desa Lingkungan Perusahaan

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA - Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan…

3 minggu ago

Kapolri Bantu Alat Berat, Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Kabupaten Pidie

MERDEKABICARA.COM | PIDIE - Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui dukungan langsung…

3 minggu ago

Tim PkM PNL Salurkan Peralatan Mitigasi dan Tanggap Darurat bagi Warga Lhokseumawe

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh di akhir November 2025.…

3 minggu ago